Presiden Assad: Kehilangan ISIS dan Al Nusra di Suriah, Israel Panik

Kompas.com - 31/05/2018, 15:14 WIB
Presiden Suriah Bashar al-Assad saat diwawancarai sejumlah media Perancis di Damaskus.HO / SANA / AFP Presiden Suriah Bashar al-Assad saat diwawancarai sejumlah media Perancis di Damaskus.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad menilai saat ini Israel tengah dilanda kepanikan. Demikian dikabarkan Russia Today, Kamis (31/5/2018).

Kepanikan itu, lanjut Assad, terlihat dari aksi Israel menyerang Suriah dan mengancam untuk membunuh dirinya sebagai pemimpin Suriah.

Memang dalam beberapa bulan terakhir, serangan Israel terhadap fasilitas militer Suriah semakin gencar.

Israel beralasan serangan itu untuk menyingkirkankeberadaan Iran di Suriah yang diklaim mengancam keamanan nasional negeri Yahudi itu.

Baca juga: Presiden Bashar al-Assad Bersuara soal Senjata Kimia Suriah

Namun, ujar Assad, pernyataan Israel terkait keberadaan aset-aset Iran di Suriah tak lebih dari sebuah kebohongan.

"Tak ada tentara Iran di Suriah. Kami selalu katakan, ada beberapa perwira Iran tetapi mereka bekerja dengan militer kami, jadi tak ada pasukan Iran di sini," kata Assad.

Beberapa politisi Israel bahkan mengancam akan menyingkirkan Assad dan menggulingkan pemerintahannya jika Iran terus beroperasi di Suriah dan mengirimkan senjata untuk kelompok Hezbollah di Lebanon.

Terkait ancaman itu, Assad menegaskan, dia sama sekali tidak memikirkannyadan tidak merasa takut.

"Israel sudah kerap membunuh negarawan, membunuh warga sipil, menduduki wilayah negara lain, kini sudah hampir tujuh dekade dan biasanya mereka melakukan itu tanpa ancaman," ujar Assad.

"Sekarang mereka mengancam saya? Ini bentuk kepanikan, karena mereka kehilangan 'kelompok kesayangan' Al-Nusra dan ISIS, itu sebabnya Israel panik, dan kami memahami perasaan itu," ujar Assad.

Lebih jauh, Assad menepis anggapan yang menyebut AU Suriah tak berdaya di hadapan jet-jet tempur Israel.

Politisi berusia 52 tahun itu mengatakan, persenjataan produksi Uni Soviet milik Suriah sudah cukup untuk menangkal serangan AU Israel.

Bahkan, saat AS, Inggris, dan Perancis menyerang Suriah pada April lalu persenjataan buatan Uni Soviet ini juga mampu merontokkan banyak misil canggih sekutu.

Baca juga: Israel kepada Assad: Usir Pasukan Iran Keluar!

"Pertahanan udara kami jauh lebih kuat dari sebelumnya, terima kasih untuk dukungan Rusia. Serangan terbaru dari Israel dan sekutu membuktikan situasi kami jauh lebih baik," lanjut Assad.

Assad menambahkan, melemahkan pertahanan udara Suriah adalah taktik yang digunakan para "tentara bayaran" di awal konflik di negeri itu.

"Tentara bayaran menyerang basis-basis pertahanan udara itu dan merusaknya. Inilah bukti Israel memiliki hubungan langsung dengan para teroris di Suriah," Assad menegaskan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X