Kompas.com - 30/05/2018, 15:52 WIB

LIEGE, KOMPAS.com - Pihak kepolisian di Liege, Belgia, membeberkan identitas pelaku penembakan pada Selasa (29/5/2018).

Dilaporkan Sky News, pelaku diidentifikasi bernama Benjamin Herman, dan mempunyai catatan kriminal di pencurian, perampokan, maupun peredaran narkoba.

Lahir pada 1982, Herman dipenjara sejak 2003, dan direncanakan bebas penuh dua tahun kemudian.

Namun sudah dilepaskan pada Senin (28/5/2018) untuk menjalani masa percobaan selama dua hari.

Baca juga: Penembakan Terjadi di Belgia, Tiga Orang Tewas

Sumber dari penyelidik berkata kepada AFP, selama dipenjara, Herman diduga telah radikal oleh salah satu narapidana yang berasal dari sebuah kelompok ekstremis.

"Kami telah menerima informasi bahwa pelaku telah direkrut oleh kelompok ekstremis tersebut selama di tahanan," kata penyidik tersebut.

Perdana Menteri Belgia, Charles Michel sempat berkata Herman sempat disiunggung secara tidak langsung bahwa dia sudah menjadi subyek radikalisasi.

Karena itu, sempat merebak rumor bahwa penyerangan yang telah menewaskan tiga orang itu merupakan aksi terorisme.

Namun, rumor itu langsung dibantah Menteri Kehakiman Koen Geens yang menegaskan Herman merupakan pelaku kejahatan biasa.

"Sudah jelas dia bukan merupakan orang yang gampang menjadi radikal. Kalau tidak, tentu intelijen sudah lama mengetahuinya," kata Geens.

Sebelumnya, Herman melakukan penembakan di salah satu ruas jalan utama kota, tak jauh dari sekolah, pada pukul 10.30 waktu setempat.

Dilaporkan Herman merebut senjata seorang polisi yang sedang melakukan patroli rutin. Dia kemudian menggunakan senjata itu untuk menewaskan dua polisi dan seorang pejalan kaki.

Herman melanjutkan aksinya dengan menyandera perempuan yang bekerja sebagai petugas kebersihan sebelum tewas ditembak polisi.

Baca juga: Orangtua Korban Penembakan Sekolah Texas Sebut Motif Pelaku karena Asmara

Meski belum mengetahui latar belakang pelaku, kepolisian Belgia tidak mengesampingkan kemungkinan serangan teror dalam insiden tersebut.

Belgia beberapa kali menjadi target serangan para simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam beberapa tahun belakangan. Kondisi ini membuat keamanan ditingkatkan di seluruh negeri.

Situasi darurat diberlakukan sejak para simpatisan ISIS melakukan serangan di Brussels pada 2015 yang menewaskan 130 orang.

Serangan kembali terjadi di ibu kota Belgia itu pada 2016 yang mengakibatkan32 orang meninggal dunia.

Liege, sebuah kota industri yang dekat dengan perbatasan Jerman dan berbahasa Perancis, merupakan lokasi insiden penembakan pada 2011.

Saat itu seorang pria menembak mati empat orang dan melukai 100 orang lainnya sebelum akhirnya bunuh diri.

Baca juga: 11 Imigran Bersembunyi di Truk Pengangkut Cokelat Belgia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Sky
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.