Arab Saudi Siapkan Aturan untuk Menghukum Pelaku Pelecehan Seksual

Kompas.com - 30/05/2018, 08:18 WIB
Perempuan Arab Saudi mulai tahun ini dapat mendaftar untuk menjadi pemandu wisata. ASSOCIATED PRESS/AL ARABIYAPerempuan Arab Saudi mulai tahun ini dapat mendaftar untuk menjadi pemandu wisata.

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi sedang mempersiapkan undang-undang yang mengatur hukuman bagi pelaku pelecehan seksual.

Dilansir dari AFP, Selasa (29/5/2018), Dewan Syuro kerajaan menyetujui rancangan UU yang berisi tentang hukuman penjara hingga lima tahun dan denda 300.000 riyal atau Rp 1,1 miliar.

Anggota Dewan Syuro Latifa Al Shaalan mengatakan, RUU tersebut merupakan tambahan penting dalam sejarah peraturan di kerajaan.

"RUU ini mengisi kekosongan legislatif yang besar, dan menjadi langkah pencegahan (pelecehan seksual)," katanya.

Baca juga: Ajari Anak Tiga Tahun Merokok, Seorang Ayah di Saudi Ditahan

RUU yang diajukan oleh Kementerian Dalam Negeri atas instruksi dari Raja Salman ini bertujuan untuk memerangi dan mencegah tindakan kriminal terkait pelecehan, menghukum pelaku, dan melindungi korban.

BBC melaporkan, selain menjaga kerahasiaan para korban, RUU juga akan mengusut kasus hasutan untuk melakukan pelecehan seksual.

Dalam RUU ini, korban tidak dapat menarik pengaduan atau dianggap gagal melaporkan insiden pelecehan ke polisi.

Lembaga publik dan swasta diwajibkan untuk membuat pengaturan yang diperlukan untuk mencegah tindakan pelecehan.

Sebelumnya, kasus pelecehan seksual di Saudi sempat membuat heboh dunia maya.

Pada Februari lalu, seorang perempuan berkicau di Twitter dengan tagar #MosqueMeToo untuk membagikan kisahnya yang mengalami pelecehan seksual saat ibadah haji.

Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Tarik Uang Kertas 1 Riyal

Kemudian, seorang jurnalis keturunan Mesir-Amerika, Mona Elthahawy juga mengungkap pelecehan seksual yang dialaminya selama ibadah haji pada 2013.

Reformasi kebijakan Saudi lainnya juga menyasar kepada kaum perempuan, termasuk perizinan untuk menyetir mobol yang dimulai pada bulan depan.

Namun, pada pekan lalu, pemerintah Saudi justru menangkap 11 perempuan aktivis hak asasi manusia. Kebanyakan dari mereka merupakan figur yang menyerukan hak mengemudi bagi perempuan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X