Kompas.com - 29/05/2018, 19:13 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae In (tengah), bersama penasihat sekaligus Putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump (dua dari kanan), dan Jenderal Korea Utara Kim Yong Chol (atas, paling kanan), dalam pesta penutupan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang Minggu (25/2/2018). AFP/WANG ZhaoPresiden Korea Selatan Moon Jae In (tengah), bersama penasihat sekaligus Putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump (dua dari kanan), dan Jenderal Korea Utara Kim Yong Chol (atas, paling kanan), dalam pesta penutupan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang Minggu (25/2/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan, seorang pejabat senior Korea Utara (Korut) bakal datang ke AS.

Diwartakan AFP Selasa (29/5/2018), Trump berkicau di Twitter bahwa Wakil Ketua Partai Buruh Korut, Kim Yong Chol, bakal datang ke New York.

Kedatangan Kim tersebut untuk mempersiapkan pertemuan antara Trump dengan Pemimpin Korut, Kim Jong Un, pada 12 Juni mendatang di Singapura.

Baca juga: Istana Kepresidenan Singapura Calon Lokasi Pertemuan Trump dan Kim

"Kedatangan Kim Yong Chol merupakan respon bagus atas surat saya. Kami berhasil mengumpulkan tim yang hebat untuk pertemuan nanti," tutur Trump.

Analis dari Institut Korea untuk Unifikasi di Korea Selatan (Korsel), Chung Sung Yoon berujar, Kim Yong Chol merupakan pejabat senior Korut pertama sejak 2000.

Terakhir kali Korut mengirim pejabat seniornya bertandang ke Negeri "Paman Sam" adalah Wakil Marsekal Jo Myong Rok bertemu Presiden Bill Clinton.

"Jenderal Kim bisa dikatakan merupakan tangan kanan Pemimpin Kim, dan selalu berada di barisan dalam berdiplomasi soal denuklirisasi Semenanjung Korea," tutur Chung.

Dia dipercaya untuk mendampingi Kim Jong Un ketika dua kali menemui Presiden China Xi Jinping, dan bertemu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang datang ke Pyongyang.

Dia terlihat mewakili Korut dalam upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang pada Februari yang lalu.

Sosok mantan kepala intelijen Korut ini dilaporkan kontroversial. Dia dituding bertanggung jawab atas insiden Cheonan.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X