Basmi Peredaran Narkoba, Polisi Bangladesh Tangkap 7.000 Orang

Kompas.com - 29/05/2018, 10:19 WIB
Personel pasukan elite Rapid Action Batallion (RAB) yang dilibatkan dalam pemberantasan narkoba di Bangladesh. www.rab.gov.bdPersonel pasukan elite Rapid Action Batallion (RAB) yang dilibatkan dalam pemberantasan narkoba di Bangladesh.

DHAKA, KOMPAS.com - Kepolisian Bangladesh telah menewaskan 86 orang dan menangkap sekitar 7.000 lainnya sejak melancarkan upaya membasmi perdagangan narkoba pada bulan ini.

Perdana Menteri Sheikh Hasina menyetujui kampanye pemberantasan anti-narkotika pada awal Mei ini untuk mengatasi penyebaran tablet ya ba yang mengandung metamfetamin dan kafein.

Obat itu berasal dari Myanmar dan diselundupkan ke negara tetangga Bangladesh. Penjualan ya ba diperkirakan menyentuh 3 miliar dollar AS atau Rp 42 triliun setiap tahun.

Baca juga: Bangladesh Tiru Cara Filipina dalam Perangi Peredaran Narkoba

Pejabat senior polisi, Devdas Battacharya mengatakan, perdagangan narkoba makin meningkat pada akhir-akhir ini sehingga harus digencarkan tindakan pencegahan.

"Prosesnya akan berlanjut sampai benar-benar diberantas," ucapnya.

Dia mengatakan, polisi menangkap enam orang pada Minggu (27/5/2018), termasuk seorang bocah 12 tahun di Myanmar yang membawa 3.350 tablet ya ba ke Dhaka.

Sementara, total kematian mencapai 86 orang akibat dari upaya polisi untuk membela diri dalam konfrontasi dengan pengedar.

"Ini adalah hak legal mereka (polisi) untuk menyelamatkan diri dari serangan," kata Mufti Mahmud Khan, direktur pasukan elite Batalion Reaksi Cepat.

Aktivis hak asasi manusia khawatir pemberantasan narkoba di Bangladesh akan seperti Filipina, di mana ribuan orang telah tewas dalam dua tahun terakhir.

Direktur Human Rights Watch Asia Selatan, Meenakshi Ganguly, menyatakan pemerintah harus memperhitungkan kematian yang bisa disebut sebagai pembunuhan di luar ketentuan hukum.

Baca juga: Setiap Hari 60 Bayi Lahir di Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan menolak tuduhan kelompok hak asasi manusia dan membantah polisi telah melakukan pembunuhan di luar pengadilan.

Dia mengatakan lusinan polisi juga mengalami luka dalam operasi pemberantasan peredaran narkoba.

"Kami bertekad untuk menyelamatkan generasi muda kita dari kutukan narkoba," ucapnya.



Sumber VOA News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X