Kompas.com - 29/05/2018, 03:15 WIB
Remaja perempuan Palestina membentak tentara Israel saat aksi demonstrasi di Tepi Barat pada 12 Mei 2017 lalu. Warga Palestina termasuk perempuan dan anak-anak kerap terlihat ikut dalam aksi menentang negara Yahudi tersebut. Abbas Momani / AFPRemaja perempuan Palestina membentak tentara Israel saat aksi demonstrasi di Tepi Barat pada 12 Mei 2017 lalu. Warga Palestina termasuk perempuan dan anak-anak kerap terlihat ikut dalam aksi menentang negara Yahudi tersebut.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Parlemen Israel menjadi sorotan setelah seorang anggotanya menyodorkan rancangan undang-undang yang berpotensi alat untuk membungkam kritik terhadap militernya.

Russian Today mewartakan Senin (28/5/2018), seseorang yang merekam aksi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terancam hukuman penjara hingga lima tahun.

"Setiap orang yang memotret atau merekam pasukan yang tengah bertugas dengan tujuan menghancurkan semangat mereka bakal dipenjara," demikian isi UU itu seperti dilansir media berbahasa Ibrani awal Mei ini.

Dalam dokumen itu Israel merasa khawatir atas merebaknya berbagai fenomena yang terjadi akibat dokumentasi menyangkut IDF.

Baca juga: Beredar Video Sniper Israel Tembak Warga Palestina Sambil Kegirangan

"UU ini harus ada untuk menyediakan kondisi optimal bagi IDF dalam menjalankan tugasnya," kata Robert Ilatov, sosok yang memprakarsai UU itu.

Dia menyebut organisasi pembela HAM seperti B'Tselem, Breaking the Silence sering membeberkan laporan yang cenderung bias dan tendensius.

Rancangan peraturan tersebut langsung direspon dengan kecaman oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang menganggap aturan itu berpotensi mencederai kebebasan berekspresi.

Dalam keterangan resmi, PLO menyindir jika IDF tidak menyembunyikan sesuatu, seharusnya mereka tidak perlu gusar jika ada yang merekam aksinya.

"Israel memanipulasi sistem demokrasi untuk melindungi pasukannya yang melakukan kejahatan brutal terhadap rakyat Palestina," tulis PLO.

Tentara Israel menjadi sorotan sejak B'Tselem mempublikasikan rekaman ketika prajurit bernama Elor Azaria menembak kepala seorang pria Palestina.

Pria bernama Abdul Fatah al-Sharif itu sebenarnya sudah terbaring tak berdaya setelah dilumpuhkan karena berusaha menusuk serdadu Israel di Tepi Barat pada Maret 2016.

Dalam pembelaannya, Azaria terpaksa menembak Sharif karena dikhawatirkan dia bakal bakal melakukan aksi bom bunuh diri.

Azaria langsung menuai kecaman keras dari dunia internasional, dan dia langsung divonis penjara. Namun dibebaskan Mei ini.

Terbaru adalah video yang beredar pada April lalu di mana sniper (penembak runduk) Israel kegirangan setelah menembak demonstran Palestina.

Baca juga: Hari Paling Berdarah, Pasukan Israel Tewaskan 55 Warga Palestina



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X