Kompas.com - 26/05/2018, 20:49 WIB

3. Perjuangan Meraih Kemerdekaan bagi India
Ketika terpilih sebagai Presiden INC, Nehru menyuarakan tujuannya untuk membawa India mendapat kemerdekaan penuh.

Pada 8 Agustus 1942, anggota INC mengesahkan resolusi Quit India sebagai respon deklarasi sepihak Inggris yang membawa India dalam Perang Dunia II.

Dalam resolusi tersebut, India bersedia mendukung perang Inggris jika London bersedia memberikan kemerdekaan sebagai gantinya.

Resolusi itu lalu disikapi pemerintah kolonial dengan menahan seluruh anggota INC. Termasuk di dalamnya Nehru dan Gandhi.

Baca juga: Menelusuri Jejak Gandhi di Durban

Dia kemudian dibebaskan 15 Juni 1945. Dua tahun setelah bebas, Raja Muda India, Lord Archibald Wavell, Raja Muda India, berusaha menyatukan INC dan Liga Muslim, yang berakhir dengan kegagalan.

Wavell kemudian diganti oleh Louis Mountbatten. Saat itu, isunya tidak lagi mengenai kemerdekaan India. Namun juga keinginan Liga Muslim yang berusaha membentuk negara Pakistan.

Gandhi menolak tawaran tersebut. Sementara Nehru, meski enggan, memilih berbeda pendapat dengan sang mentor untuk menyetujui kemerdekaan itu.

Akhirnya, Pakistan merdeka pada 14 Agustus 1947. Sedangkan India mendeklarasikan kemerdekannya sehari berselang.

4. Menjadi Perdana Menteri India
Setelah dilantik menjadi PM, Nehru melakukan serangkaian kebijakan sosialisme, demokratik, sekularisme, dan industrialisasi melalui penerapan rencana lima tahunnya di 1951.

Dalam rencananya, dia menitikberatkan pada perlunya peningkatan produksi pertanian. Dia juga mempromosikan perlunya pendidikan dan penelitian.

Antara lain pendidikan gratis serta makanan bagi anak-anak, kemudian mencanangkan hukum yang melarang diskriminasi berdasarkan kasta.

Baca juga: Patung Mahatma Gandhi di Ghana Jadi Polemik Besar

Selama era Perang Dingin, Nehru memilih politik luar negeri non-blok. Namun, dia kemudian dikritik setelah menolak mengecam invasi Soviet ke Hongaria pada 1962.

Nehru tercatat empat kali menjadi target percobaan pembunuhan. Pertama terjadi pada 1947 ketika dia mengunjungi Pakistan.

Kedua, pelaku menggunakan pisau di Bombay Maharashtra pada 1955. Kemudian insiden ketiga berlangsung di tempat yang sama setahun kemudian.

Sementara yang terakhir terjadi pada 1961 dengan menggunakan bom yang diketahui gagal meledak.

Meski hidupnya terancam, Nehru menolak untuk dikelilingi oleh pengamanan berlebihan, dan tidak ingin menggunakan protokol kenegaraan.

Baca juga: Rahasia Mahatma Gandhi Menjaga Kesehatan Tubuhnya

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.