Biografi Tokoh Dunia: Jawaharlal Nehru, PM Pertama India

Kompas.com - 26/05/2018, 20:49 WIB
Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri pertama India. via NDTVJawaharlal Nehru, Perdana Menteri pertama India.

KOMPAS.com - Jawaharlal Nehru merupakan salah satu pemimpin berpengaruh selama masa pergerakan kemerdekaa India, dan dikatakan sebagai penerus politik Mahatma Gandhi.

Dia menjadi perdana menteri pertama setelah India meraih kemerdekaan pada 15 Agustus 1947. Dia melakukan reformasi ekonomi dan pendidikan yang membuatnya dihormati.

Nehru dikenal sebagai pemimpin yang netral dalam kebijakan luar negeri. Setelah kematiannya, putrinya Indira Gandhi, dan cucunya Rajiv Gandhi kemudian meneruskan trah sebagai Perdana Menteri India.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari pemimpin pergerakan kemerdekaan pada 1940 sampai 1950-an.

Baca juga: KAA 1955 dan Kisah Nehru Minum Air Kobokan

1. Masa Kecil dan Karir
Jawaharlal Nehru dilahirkan di Allahabad, British India, pada 14 November 1889, dari kalangan Brahma Kashmir yang hijrah ke Delhi di abad ke-18.

Ayahnya, Motilal Nehru, merupakan politisi tenar yang dua kali terpilih sebagai Presiden KOngres Nasional India (INC) semasa pergerakan kemerdekaan.

Hingga di usia 16 tahun, Nehru belajar di rumah dengan guru-guru yang berasal dari Inggris. Kemudian dia pindah ke Harrow, dan Cambridge, Inggris.

Setelah belajar hukum di London's Inner Temple, dia kembali ke India pada Agustus 1912, dan bersama ayahnya berpraktik sebagai pengacara.

Namun, dia menemukan kenyataan bahwa dia tidak terlalu tertarik dengan dunia advokat karena menurut dia, atmosfer yang ditawarkan tidak bisa membuatnya berkembang.

Di Maret 1916, Nehru menikahi Kamala Kaul, yang juga berasal dari keluarga Kashmir. Mereka mempunyai anak Indira Priyadarshini yang lahir setahun kemudian.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Gandhi Menentang Monopoli Garam

2. Ditempa oleh Politik
Nehru justru menunjukkan ketertarikan pada dunia politik ketika di masih belajar di India. Sekembalinya ke India, dia menghadiri kongres INC di Patna pada 1912.

Di kongres Patna, dia sempat ragu dengan seberapa besar dampak yang bisa diberikan oleh INC dalam menyikapi politik.

Namun, dia kemudian sepakat untuk membantu INC dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat India di Afrika Selatan.

Di bawah kendali Mahatma Gandhi, Nehru menggalang donasi untuk kepentingan kampanye perjuangan hak-hak sipil di 1913.

Di masa akhir Perang Dunia I, Nehru bergabung dengan All India Home Rule League, sebuah organissi yang menginginkan pemerintahan mandiri di bawah Kerajaan Inggris.

Baca juga: Surat Mahatma Gandhi tentang Yesus Dijual

Pada periode tersebut, terjadi gelombang pergerakan politik dan aksi represi pemerintah yang memuncak dengan Pembantaian Amritsar di April 1919.

Saat itu, tentara Inggris menembak ke arah kerumunan warga India yang tengah memprotes pengesahan undang-undang untuk menahan lawan politik.

Dari laporan yang terkonfirmasi, diketahui 379 rakyat India tewas, dan sekitar 1.200 orang lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa itu membuat Nehru berubah pikiran, dan berbalik mendukung aksi yang menginginkan kemerdekaan penuh bagi India.

Aksi politik pertama Nehru terjadi pada 1920-1922 melalui pergerakan non-kooperasi. Dia kemudian dipenjara karena dianggap menentang pemerintah kolonial Inggris.

Selama 24 tahun berikutnya, setidaknya dia delapan kali menghuni penjara dengan total durasi penahanan sembilan tahun.

Di 1923, dia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal INC selama dua tahun pada 1923, dan kemudian terpilih kembali di 1927.

Ketertarikannya membuat Nehru berkeliling seluruh India. Terutama di kawasan United Provinces (kini Negara Bagian Uttar Pradesh).

Di kampung halamannya, dia melihat kemiskinan di kalangan petani, yang nantinya berdampak pada kebijakannya ketika menjadi PM.

Berbagai kebijakan dan pemikiran politik Nehru hasil dari kunjungannya ke Eropa, terutama Uni Soviet, selama 1926-1927.

Minat Nehru pada Marxisme, dan polat pemikiran sosialisnya dibentuk dari tur itu meski tidak cukup meningkatkan pengetahuannya soal komunis.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Mahatma Gandhi Tewas Dibunuh

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X