Kompas.com - 25/05/2018, 18:36 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com -  Organisasi Nasional Malay Bersatu (UMNO) meminta polisi agar mengembalikan uang yang disita dari kediaman mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Sebelumnya, Kepala Departemen Kejahatan Komersial Malaysia, Amar Singh, menyatakan uang tunai yang disita berjumlah 114 juta ringgit, atau Rp 405 miliar.

Uang yang terdiri dari 26 mata uang asing itu disimpan dalam 35 tas, dan disita dari kediaman mewah milik Najib Razak.

Dalam keterangan tertulis seperti dilansir Channel News Asia Jumat (25/4/2018), UMNO berkata kalau yang disita milik mereka.

Baca juga: Selidiki Korupsi Najib Razak, Polisi Sita Uang Tunai Rp 405 Miliar

Uang itu merupakan bagian dari pendapatan milik partai, dan dikatakan tengah berada dalam proses transfer ke rekening partai ketika polisi menyitanya.

"Kami dengan hormat meminta kepada polisi untuk mengembalikannya setelah seluruh proses investigasi selesai," ujar UMNO.

Partai yang bersama koalisi Barisan Nasional berkuasa di Malaysia selama 60 tahun itu berujar, dana itu rencananya bakal digunakan sebagai biaya pemulihan dari kekalahan.

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) Malaysia 9 Mei lalu, Barisan Nasional harus kalah dari koalisi Pakatan Harapan dengan hanya memperoleh 79 dari 222 kursi parlemen.

"UMNO saat ini tengah berusaha membangun. Kembalinya uang tersebut bakal mempercepat proses pembangunan ini," tutur UMNO.

Sebelumnya, polisi menggeledah enam lokasi sebagai bagian dari investigasi skandal korupsi Najib dan perusahaan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Setidaknya enam negara termasuk, Amerika Serikat (AS), menyelidiki penggelapan uang di 1MDB senilai 4,5 miliar dolar AS, atau Rp 63,8 triliun.

Skandal tersebut menjungkalkan Najib dana Barisan Nasional dalam pemilu. Mereka kalah dari oposisi Pakatan Harapan di bawah pimpinan Mahathir Mohamad.

Mahathir yang naik menjadi perdana menteri berkata, terdapat cukup bukti untuk kembali memulai proses investigasi 1MDB.

Baca juga: Tas Istri Najib Paling Murah Rp 168 Juta, Warga Malaysia Berang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.