Kompas.com - 25/05/2018, 14:48 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com - Setelah dikuasai kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), kini bendera Suriah dapat berkibar di wilayah Damaskus.

Pasukan pemerintah Suriah mengibarkan bendera di kamp Palestina Yarmouk, Al Hajar Al Aswad, dan distrik Yadamun di Damaskus pada Selasa (22/5/2018) dan menyatakan wilayah tersebut telah bebas dari pemberontakan ISIS.

Kota itu nampak hancur, namun tidak mengurangi semangat pasukan Suriah untuk merayakan kemenangan atas ISIS.

Konvoi mobil polisi dan sepeda motor melewati jalan-jalan berdebu yang dikelilingi bangunan-bangunan yang runtuh.

Baca juga: Studi: ISIS di Afghanistan Dapat Uang dari Penjualan Bahan Bedak Bayi

Upacara pengibaran bendera disiarkan langsung oleh stasiun TV al-Ikhbariya yang berafiliasi negara, untuk meyakinkan warga bahwa Damaskus telah aman.

Militer Suriah mengumumkan telah merebut kembali kamp dan wilayah sekitarnya dari ISIS pada awal pekan ini. Dengan begitu, seluruh ibu kota dan wilayah sekitarnya kembali di bawah kendali penuh pemerintah untuk pertama kalinya sejak 2011.

Tabuhan drum, tiupan terompet, dan riuh pasukan terdengar untuk merayakan suka cita pengibaran bendera.

Petugas polisi dan tentaraberdiri dalam formasi di reruntuhan area Hajar Al Aswad. Mereka mengibarkan bendera Suriah dan gambar wajah Presiden Bashar Al Assad.

Pemerintah Suriah juga menerjunkan polisi dan tentara untuk membantu warga dan mengamankan wilayah tersebut.

"Polisi hadir setiap saat," kata seorang petugas yang diwawancarai di radio pemerintah.

"Unit khusus dikerahkan di seluruh kamp untuk membantu warga sipil dan melindungi barang-barang mereka," katanya.

Yarmouk, Hajar Al Aswad dan distrik Tadamun terletak di kantong selatan Damaskus. Sebelumnya, pemerintah mulai kehilangan cengkeramannya di beberapa bagian ibu kota pada 2012, satu tahun setelah konflik di Suriah meletus.

Baca juga: Bebas dari ISIS, Warga Suriah di Raqa Nikmati Ramadhan dengan Tenang

Selain ketiga wilayah itu, warga Suriah di Raqa juga bebas dari pendudukan ISIS.

Tahun ini, untuk pertama kalinya mereka dapat menikmati Ramadhan tanpa regulasi ketat yang diterapkan oleh ISIS.

Lebih dari tiga tahun, penduduk di Raqa menjadi sasaran kerasnya aturan ISIS selama bulan suci Ramadhan. Ahmad al-Hussein, penduduk di Raqa, mengatakan ISIS bakal mengurung warga yang tidak berpuasa.

"Mereka yang tidak berpuasa bakal dikunci di kurungan besi yang terletak di lapangan, di bawah matahari, dan di depan semua orang, " kenang Hussein.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.