Bulan Depan, Pangeran William Kunjungi Tel Aviv, Yerusalem, dan Ramallah

Kompas.com - 25/05/2018, 10:45 WIB
Pangeran William Vanity Pangeran William

LONDON, KOMPAS.com - Pangeran William akan melakukan kunjungan resmi ke Israel dan wilayah Palestina pada Juni 2018. Pewaris tahkta kerajaan Inggris urutan kedua ini juga bakal melawat ke Yerusalem.

Demikian pernyataan dari Istana Kensington seperti dilansir dari AFP, Jumat (25/5/2018).

Pangeran William akan menjadi anggota keluarga kerajaan Inggris senior pertama yang melakukan kunjungan resmi kenegaraan ke Israel dan Palestina.

Untuk mengawali turnya, putra dari Pangeran Charles itu tiba di Yordania pada 24 Juni 2018, kemudian dilanjutkan ke Tel Aviv pada keesokan harinya.

Baca juga: Kerajaan Inggris Rilis Foto Pertama Anak Ketiga Pangeran William

Dia dijadwalkan berada di Yerusalem pada 26 Juni 2018, dan berkunjung ke Ramallah pada 27 Juni 2018.

Kunjungan Pangeran William mewakili pemerintah Inggris telah disampaikan kepada pemerintah Israel, Yordania, dan Palestina.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini merupakan kunjungan bersejarah, baru pertama kali yang seperti ini, dan dia akan mendapatkan sambutan meriah," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan kunjungan tersebut diharapkan berkontribusi pada penguatan hubungan persahabatan di antara kedua belah pihak.

Sebelumnya, belum ada kunjungan resmi dari anggota keluarga kerajaan Inggris di wilayah Palestina, kendati Pangeran Charles pernah menghadiri pemakaman mantan Presiden Israel Shimon Peres pada 2016.

Baca juga: 8 Aturan Ketat bagi Anak-anak di Keluarga Kerajaan Inggris

Selain itu, sepupu Ratu Elizabeth II, Duke of Kent dan Duke of Gloucester, juga pernah mengunjungi Israel pada 1998 dan 2007.

Namun, lawatan ketiganya tidak masuk dalam kategori kunjungan resmi kenegaraan.

Inggris menganggap Israel sebagai sekutu dekat dan penting. Di sisi lain, pemerintah Inggris mengkritik keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem pada awal bulan ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X