Tiga Pasien Ebola di Kongo Melarikan Diri dari Karantina

Kompas.com - 25/05/2018, 04:23 WIB
Tim Dokter Lintas Batas mengenakan pakaian pelindung mereka sebelum menangani pasien ebola.Louise Annaud/Doctors Without Borders Tim Dokter Lintas Batas mengenakan pakaian pelindung mereka sebelum menangani pasien ebola.

KINSHASA, KOMPAS.com - Tiga pasien terinfeksi penyakit ebola melarikan diri dari karantina rumah sakit di Mbandaka, kota pelabuhan yang berpenduduk hampir 1,2 juta orang di Republik Demokratik Kongo.

Kaburnya pasien tersebut makin meningkatkan kekhawatiran wabah ebola di negara Afrika bagian tengah ini.

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) Tarik Jasarevic kepada ABC News, Kamis (24/5/2018), mengatakan dua dari pasien yang kabur ditemukan meninggal dunia.

Baca juga: Kisah Alice, Bidan Saksi Mata Dua Perang Saudara dan Wabah Ebola

Sementara, pasien ketiga ditemukan dalam keadaan hidup dan kembali pada pengawasan pemerintah kota.

"Normal bagi orang-orang yang dicintai agar berada di rumah pada saat-saat terakhir kehidupan. Tapi ini sangat disayangkan, dan sungguh tidak terduga," katanya.

Sejauh ini, tim dari WHO telah menggandakan upaya untuk melacak semua orang yang melakukan kontak dengan tiga pasien tersebut.

"Virus ebola tidak seperti penyakit lain. Terpapar jenazah atau cairan tubuh, serta barang pribadi dari orang yang meninggal karena ebola, dapat menyebarkan penyakit ini," ucap Jasarevic.

Dia meminta pemimpin masyarakat, suku, tabib, dan pemimpin agama untuk terlibat dan bekerja sama dalam menghentikan wabah ebola.

Baca juga: Perangi Ebola, Kongo Gunakan Vaksin Eksperimental dan Strategi Cincin

Laporan dari lembaga Dokter Lintas Batas menyatakan, keluarga turut membantu dua pasien ebola kabur dari fasilitas kesehatan pada Senin (21/5/2018) malam.

Seorang pasien meninggal di rumahnya, dan jenazahnya telah dikembalikan ke rumah sakit untuk bisa dimakamkan dengan bantuan tim medis.

Pasien kedua kembali ke fasilitas karantina sehari kemudian, namun meninggal dunia pada malam harinya.

Virus ebola telah menewaskan sedikitnya 22 orang di Kongo sejak wabah mulai menyerang pada 8 Mei 2018.

Baca juga: Ebola Mewabah Lagi di Kongo, 17 Orang Meninggal

Sementara, WHO melaporkan jumlah orang yang meninggal karena ebola mencapai 27 orang. Perbedaan angka tersebut diperkirakan karena masalah komunikasi yang mengalami penundaan di lokasi terpencil dan klasifikasi kasus ebola.

Kongo berbagi perbatasan dengan 9 negera lainnya sehingga WHO memperingatkan ancaman virus ebola menyebar ke negara tersebut.

Bulan ini menandai wabah ebola ke-9 kalinya di Kongo dalam empat dekade, yang terakhir tercatat pada Mei 2017.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Internasional
Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Internasional
Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Internasional
Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Internasional
Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Internasional
Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Internasional
Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Internasional
Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Internasional
Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Internasional
Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Internasional
Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Internasional
Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Internasional
Pemimpin ISIS Cabang Yaman Dibekuk Pasukan Khusus Arab Saudi

Pemimpin ISIS Cabang Yaman Dibekuk Pasukan Khusus Arab Saudi

Internasional

Close Ads X