Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/05/2018, 03:00 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com — Pemerintah Rusia membantah sistem pertahanan udaranya telah menghantam pesawat Malaysia Airlines MH17.

Bantahan tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan melalui keterangan tertulis, seperti diberitakan AFP pada Kamis (24/5/2018).

"Tidak ada satu rudal pun dari Federasi Rusia yang melintasi perbatasan antara Rusia dan Ukraina," kata Kemenhan Rusia.

Kremlin melanjutkan, mereka menduga Ukraina menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan 298 orang itu.

Baca juga: Rudal yang Hantam Malaysia Airlines MH17 Milik Militer Rusia

"Kami punya bukti terdapat unit militer Ukraina yang menggunakan rudal dari sistem pertahanan Buk ke pesawat itu," kata kemenhan.

Sebelumnya, Tim Investigasi Gabungan (JIT) menyatakan sistem pertahanan era Uni Soviet itu milik militer Negeri "Beruang Merah".

Dalam laporan penyelidik, rudal itu ditembakkan Brigade Anti-serangan Udara Rusia ke-53 yang bermarkas di kota Kursk.

MH17 yang mengangkut 283 penumpang dan 15 kru ditembak ketika tengah terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17 Juli 2014.

Pesawat itu ditembak ketika terjadi bentrok antara pasukan Pemerintah Ukraina dan pemberontak yang mendukung Rusia.

Penyelidikan pun digelar dengan membentuk satuan tugas JIT beranggotakan Belanda, Belgia, Australia, dan Malaysia.

Kremlin berkali-kali mengklaim tidak melakukan tembakan, dan menuduh Ukraina sebagai negara yang harus bertanggung jawab.

Tudingan itu kemudian membuat seorang pilot Angkatan Udara Ukraina, Kapten Vladyslav Voloshyn, bunuh diri pada Maret lalu.

Voloshyn menderita depresi setelah dia dituduh sebagai orang yang menembakkan rudal sehingga menghantam pesawat MH17 tersebut.

Baca juga: Pilot Ukraina yang Dituduh Tembak Malaysia Airlines MH17 Bunuh Diri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.