Pengadilan Sri Lanka Putuskan Biksu Radikal Terbukti Mengintimidasi

Kompas.com - 24/05/2018, 18:38 WIB
Biksu kontroversial Sri Lanka, Galagodaatte Gnanasara. ISHARA S. KODIKARA / AFP Biksu kontroversial Sri Lanka, Galagodaatte Gnanasara.
|

KOLOMBO, KOMPAS.com - Sebuah pengadilan di Sri Lanka, Kamis (24/5/2018), memutuskan seorang biksu Buddha radikal bersalah telah melakukan intimidasi.

Galagodaate Gnanasara, yang dituduh melakukan ujaran kebencian terhadap warga Muslom, dinyatakan bersalah dalam dalwaan melakukan pelecehan dan intimidasi.

Galagodaate dituduh mengintimidasi seorang perempuan yang suaminya diculik aparat keamanan negara pada 2010.

Setelah menjatuhkan vonis bersalah, hakim di pengadilan koyta Homagama membebaskan Galagodaate dengan jaminan sambil menunggu pembacaan putusan pada 14 Juni mendatang.

Baca juga: Buntut Konflik Sektarian, Sri Lanka Blokir Media Sosial

Untuk setiap dakwaan Galagodaate diancam hukuman maksimal dua tahu  penjara, denda yang besarnya ditentukan kemudian atau keduanya.

Dalam persidangan terungkap Galagodaate menggunakan kata-kata kasar dan menghina Sandya Eknaligoda, yang suaminya diculik intelijen militer pada 2010.

Eknaligoda selama ini menggelar kampanye untuk mencari tahu nasib suaminya. Sang suami diduga diculik setelah membuat karikatur yang dianggap menghina presiden saat itu, Mahinda Rajapakse.

Sejumlah personel intelijen militer ditahan terkait penculikan itu. Namun, mereka semua dibebaskan dengan jaminan.

Galagodaate menuduh Eknaligoda menudukung kelompok ekstrimis Tamil dan menjelek-jelekkan reputasi militer Sri Lanka.

Biksu kontroversial ini menjadi buronan selama sebulan pada tahun lalu setelah dicari polisi karena dituduh melontarkan ujaran kebencian kepada umat Muslim.
 
Dia kemudian menyerah tetapi tidak ditahan karena membayar jaminan.
 
Milisi Buddha (BBS) pimpinan Galagodaate membantah tudingan berada di balik kekerasan terhadap warga Muslim pada 2014 dan 2017 yang mengakibatkan empat orang tewas.

Baca juga: Kondisi Darurat Ditetapkan di Sri Lanka Menyusul Kerusuhan Sektarian

Galagodaate diketahui berhubungan baik dengan Wirathu, biksu radikal asal Mandalay, Myanmar yang ujaran-ujaran kebenciannya memicu ketegangan antarumat beragama di Myanmar.

Wirathu pernah berkunjung ke Sri Lanka memenuhi undangan Galagodaate tak lama setelah kekerasan pecah di kota wisata Aluthgama pada 2014.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Internasional
Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X