AS Pertimbangkan Pangkas Dana Dua Badan PBB yang Terima Palestina Jadi Anggota

Kompas.com - 24/05/2018, 11:29 WIB
Bendera Palestina berkibar untuk pertama kalinya di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Rabu (30/9/2015). Spencer Platt/Getty Images/AFPBendera Palestina berkibar untuk pertama kalinya di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Rabu (30/9/2015).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk memangkas pendanaan yang diberikan kepada dua badan PBB dan organisasi pengawas senjata kimia, OPCW, setelah Palestina menyatakan bergabung dengan badan dan organisasi tersebut.

Mengutip dari AFP, Kamis (24/5/2018), Palestina telah bergabung dengan organisasi pengembangan perdagangan PBB (UNCTAD) dan badan pembangunan industri (UNIDO), serta dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

Langkah yang diambil Palestina tersebut bertujuan untuk meningkatkan profil internasional mereka.

Kebijakan legislasi AS melarang pemerintahannya mendanai badan-badan PBB atau organisasi internasional yang memberi keanggotaan kepada Palestina, yang masih berstatus negara pengamat non-anggota di PBB.

Baca juga: PBB Diminta Verifikasi Rencana Penutupan Lokasi Uji Coba Nuklir Korut

"Sudah menjadi posisi tetap Amerika Serikat bahwa upaya Palestina untuk bergabung dengan organisasi internasional adalah prematur dan kontraproduktif," kata seorang pejabat AS.

"Kami akan meninjau ulang penerapan pembatasan legislatif AS terkait keanggotaan Palestina di lembaga dan organisasi PBB tertentu," tambah dia.

Langkah yang diambil Palestina dengan bergabung lembaga PBB menyusul pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sementara Palestina ingin menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan negaranya.

Sebelumnya, Koordinator PBB untuk Timur tengah, Nickolay Mladenov mengatakan kepada Dewan Keamanan, bergabungnya Palestina dengan UNCTAD, UNIDO dan OPCW sejak pekan lalu.

Baca juga: PBB Peringatkan Protes Gaza Bisa Jadi Perang Baru

OPCW dan UNCTAD mengandalkan kontribusi sukarela dari negara-negara anggota PBB dalam mendanai kegiatan dan operasional rutinnya.

Sebelumnya, AS telah memangkas pendanaannya untuk badan pengungsi PBB, UNRWA dan organisasi pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Internasional
Menyeberang Sambil Pakai 'Headphone' dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Menyeberang Sambil Pakai "Headphone" dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Internasional
Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Internasional
Mantan Model Playboy Ini Berniat 'Nyalon' Jadi Presiden Kroasia

Mantan Model Playboy Ini Berniat "Nyalon" Jadi Presiden Kroasia

Internasional
Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Internasional
Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Internasional
Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Internasional
Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Internasional
Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Internasional
Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Internasional
Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Internasional
Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Internasional
AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

Internasional
Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini 'Dibebaskan' Setelah 15 Tahun

Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini "Dibebaskan" Setelah 15 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X