Pompeo: Denuklirisasi, Korut Bakal Dapat Bantuan Ekonomi dari AS

Kompas.com - 23/05/2018, 23:42 WIB
Foto ini diambil pada Rabu (9/5/2018 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Kamis (10/5/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan markas Partai Buruh Korea Utara, di Pyongyang. Foto ini diambil pada Rabu (9/5/2018 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Kamis (10/5/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan markas Partai Buruh Korea Utara, di Pyongyang.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS), Mike Pompeo, menyatakan keputusan menggelar pertemuan berada di tangan Korea Utara ( Korut).

Pompeo mengatakannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komite Bidang Luar Negeri, seperti dilansir kantor berita AFP Rabu (23/5/2018).

Dalam pertemuan tersebut, Pompeo berkata pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un sesuai jadwal, 12 Juni nanti di Singapura.

Baca juga: Pompeo: AS Berjanji ke Kim Jong Un Tidak Akan Ada Ganti Rezim

Menteri 54 tahun itu berkata, dia menyerahkan keputusan untuk menggelar pertemuan kepada Kim. Sebab, Kim-lah yang meminta pertemuan.

"Dia yang meminta bertemu, dan presiden menyetujuinya. Saya sangat berharap perundingan itu dilaksanakan sesuai jadwal," ujar Pompeo.

Terdapat optimisme dalam pernyataannya bahwa perundingan bakal terjadi, dan menghasilkan keputusan baik bagi dunia.

Pompeo sudah dua kali bertemu empat mata dengan Kim di Pyongyang. Masing-masing diyakini terjadi pada 1 April dan 7 Mei yang lalu.

Dari hasil kunjungannya, Pompeo mengatakan kepada Kim bahwa Negeri "Paman Sam" siap membantu perekonomian negeri komunis tersebut.

Asalkan, Kim bersedia melakukan langkah nyata menyerahkan segala senjata nuklirnya. "Dia juga meminta jaminan keamanan jika terjadi denuklirisasi," imbuhnya.

Mantan direktur badan intelijet pusat (CIA) itu menolak berkomentar ketika ditanyakan apakah AS membatalkan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan (Korsel) untuk meredakan Kim.

"Dalam pandangan saya, kami tidak berniat untuk mengulur waktu pertemuan dengan Ketua Kim. Kami tidak akan memberi kelonggaran apapun," tegasnya.

Sebelumnya, Korut melalui KCNA mengancam bakal membatalkan pertemuan dengan AS setelah Washington menggelar latihan militer gabungan dengan Korsel.

Latihan gabungan bersandi "2018 Max Thunder" terebut dilaksanakan pada pekan lalu, dan melibatkan 100 pesawat tempur.

Baca juga: Tawa Kim Jong Un dan Mike Pompeo saat Berjumpa di Pyongyang



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X