Ditulis dengan Tangan, Al Quran Sutra Ini Dihargai Rp 2,8 Miliar - Kompas.com

Ditulis dengan Tangan, Al Quran Sutra Ini Dihargai Rp 2,8 Miliar

Kompas.com - 23/05/2018, 15:25 WIB
Seniman Afganistan Mohammad Tamim Sahibzada menunjukkan Al Quran buatan tangan yang dibuat dari kain sutra di Turquoise Mountain Foundation, Mourad Khani, di bagian kota tua Kabul, Afghanistan. (AFP/Wakil Kohsar) Seniman Afganistan Mohammad Tamim Sahibzada menunjukkan Al Quran buatan tangan yang dibuat dari kain sutra di Turquoise Mountain Foundation, Mourad Khani, di bagian kota tua Kabul, Afghanistan. (AFP/Wakil Kohsar)

KABUL, KOMPAS.com - Seniman di Afghanistan berhasil menyelesaikan satu dari sejumlah Al Quran yang terbuat dari bahan sutra untuk melestarikan tradisi kaligrafi.

Kitab suci yang berisi 610 halaman ini dibuat dengan tangan dari proses panjang penuh ketelitian setiap lembarnya oleh 38 kaligrafer dan seniman.

Perlu waktu dua tahun untuk merampungkannya. Waktu yang pantas dihabiskan guna menghasilkan karya seni indah yang dibuat oleh Turquoise Mountain Foundation di Mourad Khani, sebuah kota tua di Kabul

Dibalut dengan sampul kulit kambing dan bobot totalnya mencapai 8,6 kg, Al Quran sutra ini bisa dimiliki dengan kisaran harga 100.000 dollar AS hingga 200.000 dollar AS, atau maksimal sekitar Rp 2,8 miliar.


"Fokus kami untuk meyakini bahwa kaligrafi tidak mati di negara ini, menulis merupakan bagian dari budaya kami," kata master kaligrafer, Khwaja Qamaruddin Chishti.

Baca juga: Al Quran Muat Tantangan Tuhan yang Belum Terwujud, Kolonisasi Semesta

Al Quran merupakan kitab suci agama Islam, dan kaligrafi sangat dihormati dalam kesenian Islami.

"Ketika ini menjadi seni, sebenarnya kami tidak bisa menentukan berapa harganya. Tuhan mempercayakan kami pada pekerjaan ini, dan itu lebih berarti ketimbang aspek keuangan," ujar Chishti.

Dengan menggunakan pena bambu atau buluh, Chisthti dan rekan sesama kaligrafer menghabiskan waktu dua hari menyalin ayat demi ayat dalam Al Quran setiap halamannya.

Terkadang, butuh waktu lebih lama jika mereka melakukan kesalahan dan harus mengulangnya.

Mereka menggunakan tulisan Naskh, sebuah gaya kaligrafi yang berkembang pada era Islam awal untuk menggantikan tulisan Kufic karena lebih mudah untuk dibaca dan ditulis.

Hiasan di sekeliling tulisan juga butuh waktu lebih banyak untuk membuatnya. Tiap halaman memerlukan waktu pengerjaan lebih dari sepekan.

Tinta alami

Para seniman itu menggunakan tinta dari bahan alami untuk menciptakan kembali bentuk tulisan yang populer pada dinasti Timurid sekitar abad 15 hingga 16 di kota Herat.

"Semua warnanya, kami gunakan dari alam," kata Mohammad Tamim Sahibzada, seniman yang bertanggung jawab pada pewarnaan dalam Al Quran tersebut.

Dia mengaku, pembuatan Al Quran dari bahan sutra sangat menantang. Dengan menggunakan bahan sepanjang 305 meter, tinta harus dipastikan tidak meluber ketika ditulis pada sutra.

Turquoise Mountain mulai terlibat dalam sejumlah proyek seni dengan para seniman pada 2006.

Lembaga itu berharap Al Quran sutra ini akan mendorong permintaan karya seni Islami sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan membantu keuangan organisasi.

Baca juga: Studi: ISIS di Afghanistan Dapat Uang dari Penjualan Bahan Bedak Bayi

Yayasan Turquoise Mountain telah melatih ribuan seniman dengan sokongan dari Pangeran Charles, Dewan Inggris, dan USAID.

"Salinan Al Quran dari sutra sangat jarang," kata direktur Turquoise Mountain, Nathan Stroupe.

Dia mengatakan proyek tersebut merupakan cara yang mengagumkan untuk melatih murid dalam level tinggi dalam melestarikan tradisi.

"Jika seorang pangeran Saudi atau kolektor buku di London tertarik, kami mungkin akan berpikir harga antara 100.000 dollar AS hingga 200.000 dollar AS," ucapnya.



Close Ads X