Pemerintah Swedia Rilis Buku Panduan Cara Menghadapi Perang

Kompas.com - 22/05/2018, 21:02 WIB
Pemerintah Swedia untuk pertama kali sejak Perang Dingin menerbitkan kembali buku panduan menghadapi perang. Swedish Civil Contingencies AgencyPemerintah Swedia untuk pertama kali sejak Perang Dingin menerbitkan kembali buku panduan menghadapi perang.
|

STOCKHOLM, KOMPAS.com - Pemerintah Swedia menyebarkan buku panduan menghadapi perang terbitan masa Perang Dingin yang sudah diperbarui.

Buku panduan ini kemudian dibagikan ke 4,8 juta keluarga di negeri itu agar warga bisa mempersiapkan diri jika perang pecah.

Dalam buku panduan berjudul "Jika Krisis atau Perang Datang" setebal 20 halaman itu, terdapat sejumlah saran tentang mempersiapkan makanan, air, pemanas hingga mencari bunker terdekat.

Buku itu juga menyampaikan kepada warga soal kewajiban mereka jika negeri tersebut membutuhkan "pertahanan total" kala perang pecah.

Baca juga: Sebut Swedia Produksi Racun Saraf, Duta Besar Rusia Dipanggil

Buku ini pertama kali diterbitkan di masa Perang Dunia II dan terus dicetak di masa Perang Dingin.

"Jika Swedia diserang negara lain, kita tidak akan menyerah. Semua informasi yang mengarahkan untuk berhenti melawan adalah salah," demikian salah satu isi buku itu.

Swedia dan negara-negara lain di sekitarnya berada dalam kewaspadaan tinggi setelah Rusia menganeksasi Semenanjung Crimea pada 2014.

Negara Skandinavia itu juga menuding Rusia berulang kali melanggar ruang udaranya. Moskwa sendiri tak membantah atau membenarkan tuduhan tersebut.

Pada 2016, pemerintah Swedia mulai meningkatkan anggaran militer setelah selama bertahun-tahun amat dibatasi.

Negara yang berstatus netral itu kini tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X