Kompas.com - 22/05/2018, 17:22 WIB
Zabivaka, maskot Piala Dunia 2018, menghadiri peresmian poster resmi 2018 FIFA World Cup di Krasnaya Presnya Metro Depot, Moskow, Rusia, pada 28 November 2017. Zabivaka, maskot Piala Dunia 2018, menghadiri peresmian poster resmi 2018 FIFA World Cup di Krasnaya Presnya Metro Depot, Moskow, Rusia, pada 28 November 2017.

MOSKWA, KOMPAS.com - Human Rights Watch (HRW) menyerukan kepada pemimpin dunia agar memboikot perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia yang digelar pada bulan depan, kecuali Presiden Vladimir Putin mengambil langkah untuk melindungi warga Suriah.

Diwartakan AFP, Selasa (22/5/2018), Rusia merupakan kunci pendukung rezim pemerintahan Presiden Suriah Bashar Assad atas perang yang berlangsung selama 7 tahun.

"Dalam menyelenggarakan salah satu acara yang paling banyak disiarkan televisi di dunia, Rusia sedang mengincar opini publik dunia dan mencari rasa hormat," direktur eksekutif HRW, Kenneth Roth.

Baca juga: Bebas dari ISIS, Warga Suriah di Raqa Nikmati Ramadhan dengan Tenang

"Para pemimpin dunia harus memberi sinyal kepada Presiden Putin bahwa kecuali dia bertindak untuk mengakhiri kekejaman oleh pasukan Rusia dan Suriah, mereka tidak akan berada di kursi VIP bersamanya pada malam pembukaan (Piala Dunia)," imbuhnya.

Miliaran pasang mata di seluruh dunia diprediksi akan menyaksikan Piala Dunia melalui layar kaca.

Sementara, HRW menekankan tanggung jawab Rusia atas penderitaan yang menimpa masyarakat Suriah tidak boleh dilupakan begitu saja.

Rusia merupakan pengekspor utama persenjataan bagi Suriah. Tak hanya itu, Rusia juga memberikan dukungan di medan perang untuk pasukan pemerintah dan sekutu.

Lembaga pemantau yang berbasis di New York ini menyatakan, operasi militer gabungan Rusia-Suriah menyebabkan ribuan korban dari warga sipil, termasuk di Ghouta Timur dekat Damaskus.

Baca juga: ISIS Rilis Poster Cara Lakukan Aksi Teror di Piala Dunia

Roth memperingatkan, jutaan warga sipil lainnya menghadapi nasib yang sama dalam operasi militer selanjutnya, terutama di provinsi Idlib yang sebagian besar masih luput dari kendali pemerintah.

"Para pemimpin dunia seharusnya tidak mengizinkan acara olahraga untuk menutupi pola kekejaman di Suriah yang sekarang membayangi lebih dari dua juta warga sipil," katanya.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X