Kompas.com - 22/05/2018, 11:23 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Beijing membantah tuduhan yang menyebut tindakannya mendaratkan armada pembom ke pangkalan udaranya di perairan sengketa sebagai tindakan militerisasi.

China, pada Jumat (18/5/2018), untuk pertama kalinya berhasil mendaratkan beberapa armada udaranya, termasuk pesawat pembom H-6K ke sebuah pangkalan di pulau karang di Laut China Selatan.

Langkah Beijing tersebut langsung disebut memicu kekhawatiran internasional terutama AS.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS telah mengecam tindakan China dan menyebutnya sebagai langkah militerisasi terhadap wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan.

Namun pemerintah China dengan segera membantah kekhawatiran bahwa telah terjadi peningkatan ketegangan di kawasan tersebut.

Baca juga: Beijing Kirim Pesawat Pembom dalam Latihan di Laut China Selatan

"Kepulauan di Laut China Selatan adalah bagian dari teritori China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lu Kang, Senin (21/5/2018).

Lu mengatakan, pergerakan pesawat udaranya, termasuk pembom H-6K, ke wilayah tersebut sebagai bagian dari latihan normal militer China.

Dia pun balas mengatakan bahwa AS yang mengirimkan kapal perang dan pesawat tempurnya ke wilayah lain justru yang telah menimbulkan bahaya bagi negara lain.

Menurut Pusat Studi Internasional dan Strategis, yang bermarkas di AS, latihan lepas landas dan pendaratan telah dilakukan militer China di Pulau Woody.

Pulau yang oleh otoritas China disebut Pulau Yonxing tersebut merupakan rumah bagi pangkalan China terbesar di Kepulauan Paracel (Xisha) yang selama ini masih dalam sengketa dengan Vietnam dan Taiwan.

China telah membuat pulau buatan di wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan sejak 2013.

Di sana, mereka membuat pangkalan udara yang lengkap dengan sistem radar dan fasilitas angkatan laut lainnya.

Baca juga: China, Rusia, dan Eropa Bahas Kesepakatan Baru untuk Iran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.