Gelombang Panas di Pakistan Tewaskan 65 Orang

Kompas.com - 22/05/2018, 10:41 WIB
Ilustrasi gelombang panasshutterstock Ilustrasi gelombang panas

KARACHI, KOMPAS.com - Ramadhan tahun ini, penduduk di Karachi, Pakistan, harus menghadapi gelombang panas dengan suhu mencapai 44 derajat Celcius, yang juga telah menewaskan 65 orang.

Dalam tiga hari terakhir, korban tewas berjatuhan dan diperkirakan jumlahnya akan bertambah.

Faisal Edhi dari Edhi Foundation mengatakan, sebagian besar korban tewas berasal dari wilayah miskin di Karachi.

Baca juga: Jembatan Ambrol di Pakistan, 5 Siswa Tewas dan 25 Lainnya Hilang

Edhi Foundation merupakan lembaga amal yang mengoperasikan rumah duka dan layanan ambulans.

"Sebanyak 65 orang telah meninggal dalam tiga hari terakhir," katanya kepada Reuters, seperti dilansir dari Channel News Asia.

"Ada jenazah yang tersimpan di fasilitas ruang pendingin kami dan dokter menyatakan mereka meninggal karena serangan gelombang panas," ucapnya.

Edhi mengatakan, warga meninggal yang dibawa ke rumah duka merupakan pekerja pabrik dengan sedikit penghasilan dan berasal dari dua area di Karachi, yaitu Landhi dan Korangi.

"Mereka bekerja di mesin panas selama 8 hingga 9 jam di area tersebut," ujarnya.

Namun, pejabat dinas kesehatan provinsi Sindh, Fazlullah Pechuho menepis penyebab kematian mereka disebabkan oleh gelombang panas.

"Hanya dokter dan rumah sakit yang bisa memutuskan apakah penyebab kematian karena gelombang panas atau bukan. Saya menolak penyebab kematian warga di Karachi karena gelombang panas," katanya.

Baca juga: Gelombang Panas Melanda Sydney, Penduduk Diminta Waspada

Temperatur udara di wilayah itu diperkirakan akan tetap di atas 40 derajat Celcius sampai Kamis (24/5/2018).

Sebelumnya, laporan kematian akibat serangan gelombang panas di Karachi pernah terjadi pada 2015. Saat itu, rumah sakit kewalahan menangani sekitar 1.300 orang yang meninggal karena panas yang membakar.

 




Close Ads X