Kompas.com - 22/05/2018, 04:22 WIB
Warga Suriah berjalan di tengah bangunan yang hancur di kota Raqa, Februari 2018. PBB menegaskan situasi keamanan di bekas markas pertahanan ISIS itu belum aman bagi para pengungsi kembali. AFP/ DELIL SOULEIMANWarga Suriah berjalan di tengah bangunan yang hancur di kota Raqa, Februari 2018. PBB menegaskan situasi keamanan di bekas markas pertahanan ISIS itu belum aman bagi para pengungsi kembali.

RAQA, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, warga Suriah di Raqa dapat menikmati Ramadhan dalam ketenangan, tanpa regulasi ketat yang dikeluarkan oleh kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Lebih dari tiga tahun, penduduk di Raqa menjadi sasaran kerasnya aturan ISIS selama bulan suci Ramadhan.

Ahmad al-Hussein, penduduk di Raqa, mengatakan ISIS bakal mengurung warga yang tidak berpuasa.

"Mereka yang tidak berpuasa bakal dikunci di kurungan besi yang terletak di lapangan, di bawah matahari, dan di depan semua orang, " kenang Hussein.

Baca juga: Dua Kuburan Massal Korban ISIS Ditemukan di Kota Raqa

Serangan pasukan yang dipimpin Amerika Serikat pada Oktober 2017 berhasil menggulingkan ISIS, setelah berbulan-bulan terlibat pertempuran sengit.

Kota tersebut kini hancur dan dipenuhi dengan bahan peledak. Namun, puluhan ribu orang kembali ke rumah mereka dengan hati-hati.

Mereka menandai harapan baru agar Ramadhan menjadi lebih meriah pada tahun ini.

Hussein menjalani puasa penuh, dan dia begitu semangat untuk menjalani tradisi dalam keluarganya, yaitu berkumpul di depan televisi, menonton serial drama selama sebulan yang disiarkan khusus selama Ramadhan.

Sebelumnya, ISIS menentang segala bentuk hiburan yang dianggap bertentangan dengan agama.

"Kami merindukan tradisi Ramadhan ini. Selama hampir empat tahun di bawah ISIS, kami dilarang menonton serial ini," katanya.

Baca juga: Angkat Kaki dari Damaskus, Anggota ISIS Diangkut Pakai 6 Bus

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X