Warga Mesir Keluhkan Lonjakan Harga Pangan Selama Ramadhan

Kompas.com - 20/05/2018, 03:18 WIB
Suasana pasar El Ataba di Kairo, Mesir, pada 23 Maret 2018. (AFP/Fethi Belaid) Suasana pasar El Ataba di Kairo, Mesir, pada 23 Maret 2018. (AFP/Fethi Belaid)

KAIRO, KOMPAS.com - Kenaikan harga pangan dan ketidakpastian ekonomi menjadi kendala bagi warga di Mesir dalam menjalani Ramadhan tahun ini.

Harga komoditas mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dibandingkan 2017.

Dilansir dari The Arab Weekly, Minggu (20/5/2018), pada Ramadhan tahun ini, beberapa buah  kering dan kurma dijual dengan bungkus bergambar wajah pemain sepak bola Mesir Mohamed Salah.

Foto Salah juga mendorong pedagang menjual produk mereka dengan harga yang lebih mahal.

Baca juga: Bantu Warga Palestina saat Ramadhan, Mesir Buka Perbatasan Gaza

Kendati telah menggelar dagangannya, tapi penjual hanya mendapat sedikit pembeli.

"Seharusnya ini menjadi waktu paling giat karena orang-orang mempersiapkan Ramadhan dengan menambahkan jumlah pembelian makanan," kata Ahmed Sobhi, pemilik toko di Kairo.

"Tapi tidak yang mau membeli. Itu semua karena kenaikan harga komoditas," imbuhnya.

Jutaan warga miskin dan berpendapatan terbatas di Mesir tidak sanggup bergabung dengan suka cita Ramadhan seperti penduduk lainnya, karena tak sanggup membeli kebutuhan pokok.

Seorang warga bernama Huweida Mohamed mengaku, kebutuhan pangan meningkat selama Ramadhan. Dia dijanjikan bonus kerja sebesar 28 dollar AS atau hampir Rp 400.000 untuk membiayai kebutuhan selama bulan suci.

Namun, bonus tersebut tak kunjung terwujud. Suaminya yang bekerja sebagai pegawai negeri, juga telah berhemat dan menabung selama berbulan-bulan agar dapat memenuhi kebutuhan selama Ramadhan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X