Kompas.com - 19/05/2018, 20:57 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Trump bakal menarik bantuannya dari Suriah kawasan barat laut yang didominasi kelompok-kelompok Islam.

AS selanjutnya akan memfokuskan diri pada pemulihan kawasan di mana pasukan pimpinan AS telah merebut kembali wilayah dari ISIS di kawasan timur laut.

Dilaporkan CBS, puluhan juta dollar akan dipangkas dari bantuan AS sebelumnya di wilayah tersebut.

Termasuk di antaranya anggaran untuk melawan kelompok ekstrem, mendukung masyarakat dan media independen, dana penguatan pendidikan serta advokasi kebijakan masyarakat.

Pejabat AS mengatakan kepada Reuters, bantuan kemanusiaan tidak akan terpengaruh kebijakan tersebut di sekitar Idlib, wilayah terbesar yang masih dikuasai gerilyawan.

Baca juga: Militer AS Berencana Kirim Lebih Banyak Pasukan ke Suriah

"Bantuan AS untuk program di barat laut Suriah tengah ditangguhkan agar dapat lebih memberikan dukungan potensial ke wilayah timur laut Suriah," kata seorang pejabat luar negeri AS kepada Reuters.

Pejabat AS mengatakan pemerintah diyakini ingin memindahkan dukungannya ke wilayah di mana AS lebih memehang kendali.

Presiden Trump pada Maret lalu telah membekukan anggaran lebih dari 200 juta dolar dalam bentuk dana untuk upaya pemulihan di Suriah, sementara pemerintahan AS akan menilai kembali peranan Washington dalam konflik di Suriah

Pada kesempatan itu, Trump juga mengatakan bahwa ini adalah saatnya bagi AS meninggalkan Suriah, menyusul kemenangan rekan pasukan anti -ISIS. Sekitar 2.000 tentara AS dikerahkan ke Suriah.

Namun demikian pada April, Trump semakin memperdalam keterlibatan AS di Suriah dengan melancarkan serangan udara terhadap Suriah, sebagai tanggapan terhadap serangan gas beracun yang menewaskan puluhan orang.

Baca juga: Trump Berencana Kurangi Pasukan AS di Korea Selatan

Departemen Pertahanan AS, Pentagon memperkirakan, ISIS telah kehilangan lebih dari 98 persen wilayahnya di Irak dan Suriah.  Meski demikian, pejabat militer AS meyakini masih sisa-sisa ISIS masih dapat memberikan perlawanan jika tidak distabilkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.