Seorang Perwira Militer Korut Membelot ke Korea Selatan

Kompas.com - 19/05/2018, 19:36 WIB
Kelompok aktivis dan pembelot Korea Utara menerbangkan balon udara yang membawa selebaran anti-Pyongyang di kota Paju pada 2016 lalu. Tindakan serupa telah dilarang setelah pertemuan antar-Korea. AFP / JUNG YEON-JEKelompok aktivis dan pembelot Korea Utara menerbangkan balon udara yang membawa selebaran anti-Pyongyang di kota Paju pada 2016 lalu. Tindakan serupa telah dilarang setelah pertemuan antar-Korea.

SEOUL, KOMPAS.com - Seorang perwira militer Korea Utara bersama dengan seorang warga sipil dilaporkan melintasi Laut Kuning pada Sabtu (19/5/2018) untuk membelot ke Korea Selatan.

"Sebuah perahu kecil terlihat di perairan sebelah utara Pulau Baengnyeong, di dekat perbatasan Korea," kata sumber pemerintah kepada kantor berita Yonhap.

Menurut sumber tersebut, perwira yang menyeberang berpangkat mayor dan bersama seorang warga sipil berada di atas kapal itu.

"Mereka menyatakan keinginan untuk membelot," kata sumber dilansir AFP.

Baca juga: Polisi Korsel Larang Pembelot Korut Sebar Selebaran Anti-Pyongyang

Terkait kabar pembelot tersebut, pejabat Penjaga Pantai Korea mengatakan, pihak berwenang tengah melakukan penyelidikan atas kasus ini dan menolak memberi rincian.

Kasus pembelotan tersebut menjadi yang ke-14 melibatkan seorang tentara Korea Utara sejak tahun 2000. Sebelumnya, kasus pembelotan terakhir yang dilakukan perwira Korea Utara terjadi pada 2008. Demikian dilaporkan YTN TV.

Namun kasus pembelotan ini terjadi setelah dilangsungkan pertemuan bersejarah antara Presiden Korsel, Mon Jae-in dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un di desa Panmunjom, 27 April lalu.

Kasus pembelotan yang juga menarik perhatian adalah pada November 2017 lalu, ketika seorang tentara Korea Utara menyeberang melalui zona demiliterisasi dengan dihujani peluru rekan senegaranya.

Selain pembelot dari kalangan militer, warga Korea Utara juga dilaporkan banyak yang mencoba meninggalkan negara tertutup itu dengan mengarungi jalur laut untuk menuju ke Selatan.

Juni tahun lalu, dua awak kapal nelayan Korea Utara yang hanyut ke selatan menolak dipulangkan dan diizinkan tinggal.

Sebulan kemudian, lima warga Korut ditemukan di atas perahu kecil yang melintasi perbatasan laut ke perairan Korea Selatan.

Baca juga: Para Pembelot Korut Kirim Botol Informasi ke Utara lewat Laut

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X