Kekerasan di Gaza, Presiden Turki Bandingkan Israel dengan Nazi

Kompas.com - 19/05/2018, 18:01 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berbicara di hadapan pemimpin negara-negara Islam di pertemuan darurat negara kerja sama Islam (OKI) di Istanbul, 18 Mei 2018. AFP / YASIN AKGULPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berbicara di hadapan pemimpin negara-negara Islam di pertemuan darurat negara kerja sama Islam (OKI) di Istanbul, 18 Mei 2018.

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut tentara Israel yang menembaki warga Palestina dalam insiden bentrokan di perbatasan Gaza, Senin (14/5/2018), sama seperti tindakan Nazi Jerman terhadap orang-orang Yahudi ketika Perang Dunia II.

Komentar itu disampaikan Erdogan saat menjadi tuan rumah pertemuan darurat para pemimpin negara-negara kerja sama Islam (OKI) untuk membahas perlindungan internasional bagi warga Palestina, Jumat (18/5/2018).

"Anak-anak dari mereka yang dulu pernah menjadi sasaran berbagai siksaan di kamp-kamp konsentrasi selama Perang Dunia II, kini menyerang orang-orang Palestina dengan cara yang akan membuat Nazi merasa malu," kata Erdogan.

Baca juga: Terbang ke Turki, Kalla Bawa Misi RI Dukung Palestina dalam KTT OKI

Erdogan juga kembali menekankan, tindakan AS yang memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv, telah turut membesarkan hati Israel untuk mengambil tindakan berlebih dalam menghentikan aksi protes di perbatasan Gaza.

Dalam pertemuan di Turki tersebut, para pemimpin negara yang hadir juga berjanji akan mengambil langkah politik maupun ekonomi yang tepat terhadap negara-negara yang mengikuti jejak AS dengan membuka kedutaan mereka di Yerusalem.

Guatemala menjadi negara kedua yang menempatkan kedutaannya ke Yerusalem, sementara Paraguay masih akan mempertimbangkannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"PBB harus mengirim pasukan perdamaian internasional untuk rakyat Palestina, yang kehilangan anak-anak mereka karena teror Israel setiap hari," kata Erdogan dilansir SCMP dari Associated Press.

Kekerasan yang terjadi di perbatasan Gaza telah memicu ketegangan diplomatik antara Turki dan Israel dengan saling mengusir diplomat masing-masing.

Baca juga: Israel Halangi Turki Terbangkan Korban Luka Palestina Keluar Gaza

Erdogan juga bertukar komentar dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di media sosial Twitter.

Meski demikian, Israel pada kenyataannya merupakan salah satu negara yang menjadi pasar ekspor terbesar Turki. Data IMF pada 2017 menunjukkan Israel telah membeli hingga 3,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 48 triliun) barang-barang dari Turki.



Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X