Biografi Tokoh Dunia: Mustafa Kemal Ataturk, Pendiri Republik Turki - Kompas.com

Biografi Tokoh Dunia: Mustafa Kemal Ataturk, Pendiri Republik Turki

Kompas.com - 18/05/2018, 20:53 WIB
Pendiri dan presiden pertama Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk.ENCYCLOPEDIA BRITANNICA Pendiri dan presiden pertama Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

KOMPAS.com - Mustafa Kemal Ataturk adalah seorang pejabat militer yang kemudian mendirikan Republik Turki yang merdeka dari sisa-sisa keruntuhan Kekaisaran Ottoman.

Dia juga menjabat sebagai presiden pertama Turki dari sejak berdirinya negara tersebut pada 1923 hingga kematiannya pada 1938.

Di bawah kepemimpinannya, sekulerisme dan kebudayaan barat berkembang pesat, menggantikan hukum-hukum Islam yang berubah menjadi undang-undang bergaya Eropa.

Meski Turki adalah negara yang demokratis, Mustafa dinilai kerap menjalankan kepemimpinannya secara otoriter.


Awal Kehidupan dan Karier Militer

Terlahir dengan nama Mustafa, pada tahun 1881 di kota Salonica, yang saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman, namun kini dikenal dengan Thessaloniki, Yunani.

Mustafa berasal dari keluarga kelas menengah. Ayahnya adalah pejabat biasa, namun kemudian beralih menjadi pedagang kayu.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Isabel Peron, Perempuan Presiden Pertama di Dunia

Mustafa kecil dikirim orangtuanya ke sekolah militer saat berusia 12 tahun hingga akhirnya lulus dari perguruan tinggi di Istanbul pada 1905.

Mustafa mendapat nama Kemal yang berarti kesempurnaan dari salah seorang pengajarnya karena dianggap cerdas.

Setelah lulus, Mustafa bergabung dengan militer kekaisaran dan ditempatkan di Suriah, serta Palestina. Namun kemudian mendapatkan penugasan dan kembali ke kampung halamannya, Salonica.

Semasa hidupnya, Mustafa terlibat dalam sejumlah peperangan, seperti perang melawan Italia di Libya (1911-1912) dan Perang Dunia I (1914-1918).

Pada 1915, Mustafa berperan besar dalam membantu menghentikan Inggris dan Perancis menguasai Istanbul. Dia pun dipromosikan menjadi Brigadir Jenderal.

Pada Oktober 1918, Kekaisaran Ottoman menyerah kepada Sekutu. Namun Mustafa memilih untuk mempertahankan wilayahnya yang lebih kurang sama dengan yang dikuasai oleh Turki saat ini.

Ketika pasukan Sekutu menduduki wilayah Ottoman, kaum revolusioner Turki menunjukkan perlawanan yang kemudian berkembang menjadi perang kemerdekaan Turki.

Pada 1921, Kekaisaran Ottoman resmi dihapuskan dan pada 1923 Turki menjadi republik sekuler dengan Mustofa Kemal sebagai presiden.

Sebagai presiden, Mustafa Kemal memulai program revolusioner di bidang sosial dan reformasi politik untuk memodernisasi Turki, termasuk emansipasi untuk perempuan dan penghapusan institusi Islam, serta pengenalan hukum dan budaya barat.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Boris Yeltsin, Presiden Terpilih Pertama Rusia

Pada tahun 1935, Mustafa Kemal mendapat nama Ataturk di belakang namanya yang berarti "Bapak negara Turki".

Akhir Kehidupan

Mustafa Kemal meninggal dunia pada 10 November 1938 di usia 57 tahun yang disebabkan kelelahan serta komplikasi dari penyakit sirosis hati yang dideritanya sejak lama.

Meski telah meninggal dunia, penerusnya Ismet Inonu semakin memperkuat sosok Ataturk dengan gambar dan nama dirinya terpampang di hampir bangunan publik di Turki.

Nama Ataturk juga diabadikan ke dalam bangunan penting di seluruh Turki, seperti bandara internasional Ataturk di Istanbul, jembatan, bendungan serta stadion Ataturk.


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X