Israel Bangun "Jaring Misil" untuk Lindungi Bandara Baru - Kompas.com

Israel Bangun "Jaring Misil" untuk Lindungi Bandara Baru

Kompas.com - 18/05/2018, 19:54 WIB
Rencana pengembangan bandara baru Israel tak jauh dari kota wisata Eilat.www.iaa.gov.il Rencana pengembangan bandara baru Israel tak jauh dari kota wisata Eilat.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pemerintah Israel membangun "jaring misil" untuk melindungi sebuah bandara baru. "Jaring misil" ini meripakan bagian dari pelindung sisi timur perbatasan.

Pagar sepanjang 34 kilometer itu dipasang di sepanjang perbatasan Israel dan Jordania, berawal dari kota wisata Laut Merah, Eliat hingga ke lokasi bandara baru di Lembah Timna.

Pagar setinggi enam meter itu adalah bagian dari sebuah strategi yang lebih besar untuk melindungi negeri itu dengan penghalang.

Pagar pembatas ini juga akan dibangun di sisi barat daya yang bebetasan dengan Mesir. Pagar ini dibangun untuk mencegah militan dan migran melintasi perbatasan secara ilegal.


Baca juga: Bandara Israel di Laut Merah Ditutup karena Soal Keamanan

Bagian dari perlindungan itu adalah sebuah "jaring" sepanjang 26 kilometer yang khusus dibangun untuk melindungi bandara Ramon yang baru.

Jaring ini bermanfaat untuk mencegat peluru atau misil darat ke darat yang diarahkan ke bandara tersebut.

Jordan yang berada di seberang perbatasan itu adalah satu dari dua negara Arab yang memiliki kesepakatan damai dengan Israel.

Namun, Jordan banyak dihuni kelompok-kelompok militan yang membenci Israel dan berpotensi menyerang bandara.

Sementara bandara baru yang berjarak 19 kilometer dari Eilat itu diharapkan bisa beroperasi pada akhir 2018 atau awal 2019 untuk mendongkrak pariwisata kawasan tersebut.

Baca juga: Israel Halangi Turki Terbangkan Korban Luka Palestina Keluar Gaza


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X