Mantan Agen Ganda Rusia Dikabarkan Keluar dari Rumah Sakit - Kompas.com

Mantan Agen Ganda Rusia Dikabarkan Keluar dari Rumah Sakit

Kompas.com - 18/05/2018, 18:38 WIB
Yulia Skripal (kiri) dan ayahnya, Sergei Skripal. Mereka ditemukan tidak sadar di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu. Sergei Skripal merupakan mantan mata-mata Rusia yang membelot ke Inggris.via BBC Yulia Skripal (kiri) dan ayahnya, Sergei Skripal. Mereka ditemukan tidak sadar di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu. Sergei Skripal merupakan mantan mata-mata Rusia yang membelot ke Inggris.

SALISBURY, KOMPAS.com - Mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, dilaporkan telah keluar dari rumah sakit Distrik Salisbury, Inggris.

Diwartakan AP via The Guardian Jumat (17/5/2018), rumah sakit menyatakan mereka merahasiakan kapan persisnya Skripal keluar dari sana.

"Hak-hak pasien terkait rahasia mereka tetap kami jaga. Kami juga tidak bisa memberikan rincian pengobatan apa saja yang mereka terima," ujar rumah sakit dalam rilis resmi.

Rumah sakit melanjutkan, Skripal keluar dengan pria bernama DS Nick Bailey yang ikut terpapar racun saraf bersamanya.

Baca juga: Putri Mantan Agen Ganda Rusia Dikabarkan Keluar dari Rumah Sakit

Direktur Eksekutif rumah sakit, Cara Charles-Barks mengaku takjub Skripal bisa pulih dalam waktu dua bulan sejak dia diracun di 4 Maret.

Dia mengapresiasi kerja keras stafnya yang berusaha menyembuhkan mantan agen berusia 66 tahun tersebut hingga diizinkan keluar.

Sebab, butuh kecermatan dan kestabilan dalam merawat, dan memastikan Skripal bisa menghasilkan enzim untuk mengganti yang terkena racun.

"Kejadian ini merupakan periode tersulit yang kami hadapi. Saya harus berterima kasih kepada staf dan publik atas dukungannya," jelas Charles-Barks.

Sebelumnya, Skripal dan putrinya, Yulia, ditemukan tidak sadar pada sebuah bangku di Salisbury pada 4 Maret lalu.

Dari tubuh keduanya, dokter menembukan senyawa bernama Novichok. Senyawa tersebut merupakan racun saraf buatan Uni Soviet yang diklaim paling mematikan di dunia.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, kemudian menuding Rusia menjadi dalang serangan Skripal. Dia memerintahkan pengusiran terhadap 23 diplomat Rusia (14/3/2018).

Langkah Inggris kemudian diikuti oleh negara lain di dunia. Total, ada 151 diplomat yang harus angkat kaki dari 27 negara di dunia.

Skripal ditangkap pada Desember 2004 setelah sebelumnya dia menjual informasi kepada MI5, atau badan rahasia Inggris.

Dia kemudian dibebaskan pada 9 Juli 2010 sebagai bagian dari program pertukaran tahanan dengan 10 agen rahasia Rusia yang ditangkap Amerika Serikat (AS).

Sebelum Skripal keluar, Yulia lebih dahulu dilaporkan telah meninggalkan rumah sakit sejak 10 April yang lalu.

Baca juga: 130 Diplomat Rusia Diusir dari Seluruh Dunia


Komentar

Close Ads X