Bantu Warga Palestina saat Ramadhan, Mesir Buka Perbatasan Gaza - Kompas.com

Bantu Warga Palestina saat Ramadhan, Mesir Buka Perbatasan Gaza

Kompas.com - 18/05/2018, 15:25 WIB
Pintu perbatasan Rafah adalah satu-satunya penghubung antara Mesir dan Jalur Gaza.AP Photo Pintu perbatasan Rafah adalah satu-satunya penghubung antara Mesir dan Jalur Gaza.

KAIRO, KOMPAS.com - Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi memutuskan untuk membuka pintu perbatasan Gaza di Rafah selama periode Ramadhan.

Dilansir dari AFP, Jumat (18/5/2018), pembukaan perbatasan Gaza bertujuan untuk meringankan penderitaan warga Palestina.

"Saya mengeluarkan instruksi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan perbatasan Rafah terbuka sepanjang bulan suci Ramadhan," ucap Sisi melalui unggahan di Facebook dan Twitter.

"Dalam upaya untuk meringankan beban yang diderita saudara-saudara kita di Jalur Gaza," lanjutnya.

Baca juga: Israel Halangi Turki Terbangkan Korban Luka Palestina Keluar Gaza

Keputusan tersebut diumumkan setelah 60 warga Palestina tewas dalam bentrokan berdarah di perbatasan Gaza pada awal pekan ini.

Militer Israel melepaskan tembakan dan gas air mata kepada ribuan warga Palestina yang memprotes pendirian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Pintu perbatasan Rafah merupakan satu-satunya jalan menuju dunia luar terdekat yang tidak dikuasai Israel. Namun, Mesir kerap menutupnya karena faktor keamanan.

Biasanya, perbatasan akan dibuka selama beberapa hari dalam setahun.

Egypt Today melaporkan, Mesir mengirim bantuan kemanuasiaan seperti makanan, obat-obatan, dan lain-lain ke Gaza pada Senin (14/5/2018).

Perbatasan Rafah juga dibuka untuk warga yang terluka dalam serangan Israel di perbatasan Haza.

Baca juga: AS Salahkan Hamas atas Tewasnya 55 Warga Palestina

Rafah menjadi penting bagi warga Palestina setelah pasukan Israel menghancurkan bandara internasional Yasser Arafat pada 2001.

Bandara itu merupakan satu-satunya bandara yang memungkinkan warga Palestina berpergian.

Mesir memiliki hubungan dengan Istael dan Hamas yang menguasai Gaza. Dengan begitu, "Negeri Piramida" punya peran dalam mengurnagi ketengahan di antara kedua belah pihak.


Komentar
Close Ads X