AS Ingin Membangun Koalisi Global Melawan Rezim Iran

Kompas.com - 18/05/2018, 14:14 WIB
Presiden AS Donald Trump menandatangani dokumen yang berisi pengembaliansanksi terhadap Iran, setelah mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan Nuklir Iran, di Gedung Putih, Washington, DC, pada Selasa (8/5/2018). (AFP/Saul Loeb) Presiden AS Donald Trump menandatangani dokumen yang berisi pengembaliansanksi terhadap Iran, setelah mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan Nuklir Iran, di Gedung Putih, Washington, DC, pada Selasa (8/5/2018). (AFP/Saul Loeb)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah AS tengah berencana membangun koalisi global untuk melawan rezim Iran dan kegiatannya yang mengancam stabilitas Timur Tengah serta dunia.

Rencana koalisi tersebut akan disampaikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam pidato kebijakan luar negeri pertamanya sejak menjabat, pada Senin (21/5/2018) mendatang.

"AS akan bekerja keras membentuk koalisi ini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert kepada wartawan dilansir AFP.

Tujuan dari dibentuknya koalisi, lanjut Nauert, untuk menyatukan negara-negara di seluruh dunia dan melihat rezim Iran melalui sudut pandang yang lebih realistis.

Baca juga: Trump: AS Keluar dari Perjanjian Nuklir Iran

"Tindakan Iran yang mengganggu stabilitas tidak hanya menjadi ancaman bagi kawasan Timur Tengah namun juga merupakan ancaman bagi dunia yang lebih luas," tambahnya.

Nauert menambahkan, koalisi yang dibentuk tidak akan anti-Iran karena AS akan berdiri di belakang orang-orang Iran, berlawanan dengan rezim pemerintahnya dan tindakan buruk yang mereka lakukan.

Nauert membandingkan koalisi internasional yang akan dibentuk dengan koalisi pimpinan AS yang dibangun untuk melawan kelompok ISIS.

Koalisi yang dibangun pada 2014 tersebut kini telah beranggotakan 75 negara maupun institusi dan mampu membuat kelompok teroris itu berhasil dikalahkan di Irak.

Meski demikian, Nauert tidak menerangkan apakah koalisi internasional menentang rezim Iran akan memiliki komponen militer.

Baca juga: Mantan Menlu AS Diam-diam Bertemu Diplomat Iran di Paris

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah memutuskan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015.

Departemen Luar Negeri siap menjelaskan keputusan presiden itu di hadapan 200 diplomat asing pada Senin pekan depan, serta menerangkan langkah AS selanjutnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X