Trump Sebut Sebagian Migran Tak Beda dengan Binatang - Kompas.com

Trump Sebut Sebagian Migran Tak Beda dengan Binatang

Kompas.com - 17/05/2018, 19:33 WIB
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018).AFP PHOTO/MANDEL NGAN Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menyebut sejumlah migran ilegal yang melintasi perbatasan dan masuk ke negaranya tanpa izin tidak berbeda dengan binatang.

Komentar itu disampaikannya saat berdiskusi mengenai tembok perbatasan dan penegakan hukum di depan para pejabat California yang menentang undang-undang perlindungan negara di Gedung Putih, Rabu (16/5/2018).

"Kami mendapati orang-orang (migran) itu yang datang ke negara ini atau yang mencoba untuk masuk. Kami menghentikan banyak dari mereka,"  kata Trump.

Diskusi yang dilangsungkan di Gedung Putih dengan pejabat penegak hukum dan pemimpin politik tersebut mengungkapkan tentang hukum yang disahkan Gubernur California Jerry Brown pada tahun lalu.

Baca juga: Halau Rombongan Migran, Trump Sanjung Pemerintah Meksiko

Hukum tersebut melarang warga menginformasikan kepada Bea Cukai dan Imigrasi AS tentang adanya imigran gelap di penjara negara bagian.

"Anda semua tidak akan percaya betapa buruknya orang-orang (migran) ini. Mereka bukan orang, mereka adalah binatang dan kita membawa mereka keluar dari negara ini," tambah Trump.

Namun komentar Trump tersebut langsung dibantah anggota kongres dari Colorado, Jared Polis. Menurutnya, para imigran tersebut, baik legal maupun tidak tetaplah manusia.

"Imigran adalah manusia. Bukan binatang, bukan juga kriminal. Bukan pengedar narkoba, bukan pemerkosa. Mereka adalah manusia," kata Jared.

Sementara Gubernur California, Jerry Brown menyebut Trump telah berbohong dalam komentarnya.

Baca juga: Hanya Cuitan Trump yang Bisa Goncang Perekonomian Global...

"Trump sedang berbohong kepada imigrasi, berbohong tentang tindak kriminal dan berbohong tentang hukum di California."

"Belasan politisi Republik yang menyanjung dan memuji kebijakan nekatnya tidak akan mengubah apa pun. Kami warga dengan ekonomi terbesar kelima di dunia, kami tidak terkesan," katanya.


Komentar

Terkini Lainnya

Tindak Lanjut Rekomendasi KASN, Ada Eks Pejabat DKI yang Dijadikan Komisaris dan Pengawas BUMD

Tindak Lanjut Rekomendasi KASN, Ada Eks Pejabat DKI yang Dijadikan Komisaris dan Pengawas BUMD

Megapolitan
Pindah ke Partai Politik Lain, 2 Anggota DPRD Gunungkidul di-PAW

Pindah ke Partai Politik Lain, 2 Anggota DPRD Gunungkidul di-PAW

Regional
Rampok yang Perkosa PRT di Cimanggis Mantan Pekerja Selokan di Lingkungan Korban

Rampok yang Perkosa PRT di Cimanggis Mantan Pekerja Selokan di Lingkungan Korban

Megapolitan
5 BERITA POPULER NUSANTARA: Rektor Unhas Minta Maaf hingga 2 Bandara di DIY

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Rektor Unhas Minta Maaf hingga 2 Bandara di DIY

Regional
Jokowi Ajak Ikuti Pilpres Tanpa Fitnah dan Hinaan, PDI-P Buat Aturan Internal

Jokowi Ajak Ikuti Pilpres Tanpa Fitnah dan Hinaan, PDI-P Buat Aturan Internal

Nasional
Pak Guru Achmad Fahmi Kini Menjadi Wali Kota Sukabumi

Pak Guru Achmad Fahmi Kini Menjadi Wali Kota Sukabumi

Regional
Misbakhun: Kwik Kian Gie Loyal pada Pemikiran, Bukan Orang

Misbakhun: Kwik Kian Gie Loyal pada Pemikiran, Bukan Orang

Nasional
Presiden Venezuela akan Minta Rp 7 Triliun pada PBB untuk Pulangkan Warganya

Presiden Venezuela akan Minta Rp 7 Triliun pada PBB untuk Pulangkan Warganya

Internasional
Singapore Airlines Berhenti Kirim Kargo Tulang Singa dari Afrika Selatan

Singapore Airlines Berhenti Kirim Kargo Tulang Singa dari Afrika Selatan

Internasional
Presiden PKS Klaim Telah Ganti Caleg Eks Koruptor yang Masuk DCT

Presiden PKS Klaim Telah Ganti Caleg Eks Koruptor yang Masuk DCT

Nasional
Jokowi Sebut Prabowo-Sandiaga 'Sahabat Lama', Ini Kata PDI-P

Jokowi Sebut Prabowo-Sandiaga "Sahabat Lama", Ini Kata PDI-P

Nasional
Nelayan: Satu Gas Melon untuk Tiga Hari, Lebih Hemat dari Minyak...

Nelayan: Satu Gas Melon untuk Tiga Hari, Lebih Hemat dari Minyak...

Regional
Sandiaga: Nomor Urut 02, Isu Ekonomi dan Bahan Pokok

Sandiaga: Nomor Urut 02, Isu Ekonomi dan Bahan Pokok

Nasional
Nomor Urut Partai Sama dengan Jokowi-Ma'ruf, PKB Yakin Dapat 'Number Effect'

Nomor Urut Partai Sama dengan Jokowi-Ma'ruf, PKB Yakin Dapat "Number Effect"

Nasional
Lebih dari 5000 Pelajar Madiun Senam 'Goyang Dayung' Ala Jokowi

Lebih dari 5000 Pelajar Madiun Senam "Goyang Dayung" Ala Jokowi

Regional
Close Ads X