Mahathir Mohamad Angkat Dirinya Sendiri sebagai Menteri Pendidikan - Kompas.com

Mahathir Mohamad Angkat Dirinya Sendiri sebagai Menteri Pendidikan

Kompas.com - 17/05/2018, 17:27 WIB
Perdana Menteri Malaysia yang baru, Mahathir Mohamad, menggelar konferensi pers, dan mengumumkan tiga dari 10 nama menteri di kabinetnya Sabtu (12/5/2018).via The Star Perdana Menteri Malaysia yang baru, Mahathir Mohamad, menggelar konferensi pers, dan mengumumkan tiga dari 10 nama menteri di kabinetnya Sabtu (12/5/2018).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan dua jabatan menteri di kabinetnya yang telah terisi.

Seperti dilansir Channel News Asia Kamis (17/5/2018), dua jabatan tersebut bakal diisi oleh Mahathir dan wakilnya, Wan Azizah Wan Ismail.

Mahathir bakal bertindak sebagai Menteri Pendidikan. Adapun Wan Azizah bakal mengisi kursi Menteri Kesejahteraan dan Bidang Perempuan.

Baca juga: Mahathir Mohamad Umumkan 3 Nama Menteri di Kabinetnya

"Sepertinya, banyak warga di Malaysia yang tidak berpendidikan," kelakar Mahathir ketika ditanya mengapa dia memilih pos menteri pendidikan.

Menteri pendidikan bukanlah jabatan baru yang diemban Mahathir. Dia pernah mengisi pos tersebut pada 1974 sebelum diangkat sebagai wakil perdana menteri di 1976.

Dengan masuknya dia dan Wan Azizah, total sudah ada lima jabatan menteri yang sudah terisi dari 13 pos yang direncanakan.

Sebelumnya, Mahathir melantik Lim Guan Eng sebagai Menteri Keuangan, Muhyiddin Yassin sebagai Menteri Dalam Negeri, dan Mohammad Sabtu sebagai Menteri Pertahanan.

PM terpilih tertua di dunia yang berusia 92 tahun itu melanjutkan, dia bakal mengumumkan jabatan menteri yang tersisa sepanjang pekan ini.

"Harapan saya, ke-13 menteri tersebut bisa disumpah pada Senin (23/5/2018) jika Istana memberikan restu," kata Mahathir dalam konferensi pers.

Adapun di luar kabinet, Mahathir mengangkat Shukri Abdull sebagai Ketua Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) yang baru.

Selain itu, mantan PM periode 1981-2003 tersebut mengumumkan peran baru Anwar Ibrahim setelah dia bebas dari penjara Rabu (16/5/2018).

Anwar bakal diberi posisi di Dewan Presidensial koalisi Pakatan Harapan. Sebelumnya, koalisi tersebut berisi empat pemimpin partai koalisi dan Mahathir.

"Nantinya, Dewan Enam bakal sering bertemu. Jika ada masalah, maka mereka bakal bertemu untuk menemukan solusinya," kata Mahathir dilansir Straits Times.

Baca juga: Pertama dalam 44 Tahun, Etnis China Jabat Menteri Keuangan Malaysia



Close Ads X