China Minta Trump Tenang Tanggapi Ancaman Korea Utara - Kompas.com

China Minta Trump Tenang Tanggapi Ancaman Korea Utara

Kompas.com - 17/05/2018, 16:40 WIB
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump  AFP PHOTO / SAUL LOEB Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

BEIJING, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri China meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap tenang menanggapi ancaman yang dilontarkan Korea Utara (Korut).

Dalam kunjungannya ke Paris, Perancis, Menlu Wang Yi menyatakan AS harus menghargai langkah Korut yang telah menurunkan ketegangan di Semenanjung Korea.

"Semua pihak, termasuk AS, harus mendukung kesempatan untuk mempercepat perdamaian ini. Bukan malah membuat kebijakan yang menciptakan jarak," kritik Wang.

"Untuk menyelesaikan kondisi ini, sangat penting Korut AS harus bergerak ke arah yang sama, bukan sebaliknya," lanjutnya dilansir dari SCMP Kamis (17/5/2018).


Baca juga: Korut Ancam Batalkan Rencana Pertemuan dengan Trump

Sebelumnya, Pyongyang mengancam bakal membatalkan pertemuan Pemimpin Korut Kim Jong Un dengan Trump di Singapura 12 Juni mendatang.

Dalam reportase KCNA, Korut tersinggung setelah AS menggelar latihan militer gabungan dengan Korea Selatan (Korsel) pekan lalu (11/5/2018).

Latihan bersandi "2018 Max Thunder" yang dimulai pekan lalu (11/5/2018) itu melibatkan 100 pesawat tempur, termasuk F-15K Slam Eagle dan pembom B-52.

KCNA menulis, latihan tersebut merupakan bentuk Korsel dan AS yang bersikukuh untuk menekan dan memberi sanksi kepada DPRK (nama resmi Korut).

"Latihan itu jelas merupakan tantangan pada Deklarasi Panmunjom, dan bentuk dari provokasi militer kepada DPRK di Semenanjung Korea," ulas KCNA.

KCNA merujuk kepada Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT) Antar-Korea yang terjadi di kawasan demiliterisasi Panmunjom pada 27 April lalu.

Selain mengancam perundingan Trump-Kim, Korut terlebih dahulu membatalkan pertemuan dengan Korsel di Panmunjom Rabu (16/5/2018).

Trump menanggapi ancaman tersebut dengan menyatakan dia bakal melihat perkembangan yang terjadi sebelum pertemuan digelar.

"Kami bakal melihat ke depan seperti apa. Sejauh ini, kami belum menerima pemberitahuan dari mereka (Korut)," kata Trump dilansir The Guardian.

Baca juga: Menteri Korea Utara Sebut AS Terlalu Menekan soal Denuklirisasi


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X