Kompas.com - 17/05/2018, 14:53 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Pemerintah Turki telah menawarkan untuk membantu mengevakuasi warga Palestina yang menjadi korban luka akibat bentrokan dengan tentara Israel untuk keluar dari Gaza.

Namun upaya tersebut dihalang-halangi oleh Mesir dan Israel yang melarang pesawat Turki menggunakan bandara mereka.

"Mesir dan Israel telah melarang pesawat Turki menggunakan bandara mereka untuk mengangkut ribuan warga Palestina yang terluka saat bentrok di Gaza," kata Wakil Perdana Menteri Recep Akdag.

Diberitakan kantor berita Anadolu, pernyataan itu disampaikan Akdag, Rabu (16/5/2018), di tengah meningkatnya ketegangan antara Ankara dengan Tel Aviv mengenai bentrokan di Gaza yang menewaskan puluhan warga Palestina.

Turki mengecam keras tindakan yang diambil Israel dalam mengatasi aksi protes menggunakan senjata aktif.

Baca juga: Turki Panggil Duta Besarnya di Israel dan AS Terkait Bentrokan di Gaza

Sedikitnya 60 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 3.000 lainnya luka-luka terkena tembakan tentara Israel pada aksi protes Senin (14/5/2018).

Ankara pun menawarkan bantuan evakuasi untuk para korban luka dari Gaza menggunakan pesawat agar segera mendapat penanganan medis.

Namun Israel menolak pesawat Turki yang mengangkut warga Palestina menggunakan bandara mereka dengan alasan keamanan.

Sementara, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pada Rabu (16/5/2018), mengecam "keheningan" masyarakat internasional atas kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.

"Jika keheningan pada tindakan tirani Israel berlanjut, dunia akan dengan cepat terseret ke dalam kekacauan di mana para bandit berkuasa," kata Erdogan.

Turki telah menarik duta besarnya dari Tel Aviv, juga meminta diplomat Israel untuk meninggalkan Ankara dalam jangka waktu yang tidak ditentukan sebagai bentuk protes.

Keputusan itu turut menambah ketegangan diplomatik kedua negara, setelah Israel membalas dengan mengusir konsul Turki di Yerusalem.

Baca juga: Turki Minta Dubes Israel Tinggalkan Negaranya sebagai Bentuk Protes

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.