Hamas Klaim 50 Korban Tewas dalam Bentrokan di Gaza adalah Anggotanya

Kompas.com - 17/05/2018, 08:20 WIB
Warga Palestina mengangkat seorang korban terluka saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan Israel, di sebelah timur Kota Gaza, Senin (14/5/2018). Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel telah menewaskan 55 orang dan melukai 2.700 orang dalam aksi protes dan bentrokan menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. AFP PHOTO/THOMAS COEXWarga Palestina mengangkat seorang korban terluka saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan Israel, di sebelah timur Kota Gaza, Senin (14/5/2018). Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel telah menewaskan 55 orang dan melukai 2.700 orang dalam aksi protes dan bentrokan menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

GAZA, KOMPAS.com - Seorang anggota senior dari kelompok Hamas mengatakan, sebagian besar korban tewas dalam bentrokan yang terjadi di perbatasan Gaza pada Senin (14/5/2018) merupakan anggotanya.

Mengutip dari AFP, sebanyak 62 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bentrokan dengan tentara Israel, sementara ribuan lainnya mendapat luka-luka.

Anggota senior Hamas, Salah Bardawil, Rabu (16/5/2018), mengatakan bahwa sebanyak 50 orang yang tewas di perbatasan Gaza awal pekan ini merupakan anggotanya.

Meski demikian Bardawil tidak menjelaskan lebih rinci mengenai para anggota yang dimaksud, termasuk anggota sayap bersenjata atau politik.


Baca juga: Korban Tewas Bentrokan di Gaza Bertambah, AS Salahkan Hamas dan Iran

Dia juga tidak menginformasikan terkait hal yang dilakukan para anggotanya tersebut sebelum terbunuh oleh tentara Israel.

"Jumlah terakhir ada 62 orang yang terbunuh pada Senin hingga Selasa," ujarnya dalam siaran di stasiun televisi Palestina.

"Sebanyak 50 martir adalah Hamas dan 12 lainnya dari warga sipil. Bagaimana Hamas menuai hasilnya jika biaya yang harus dibayarkan sangat mahal," tambahnya.

Bardawil juga menegaskan, jumlah yang diumumkan tersebut merupakan angka pasti menurut kelompok Hamas.

Sementara itu, juru bicara Hamas, Fawzy Bahroum tidak mengonfirmasi terkait 50 korban tewas merupakan rekan anggotanya, namun dia mengatakan kepada AFP, telah membayar biaya pemakaman untuk 50 orang yang tewas tersebut.

Seorang anggota senior Hamas lainnya, Bassem Naim, juga menolak memberi konfirmasi terkait jumlah korban yang tewas sebagai anggotanya.

"Sebenarnya wajar melihat anggota atau pendukung Hamas dalam jumlah besar seperti saat protes. Aksi yang lalu merupakan pergerakan besar dan mendapat banyak dukungan," kata Naim.

Baca juga: Israel Gunakan Drone untuk Tangkal Bom Layang-layang Palestina

Serangkaian aksi protes warga Gaza di dekat pagar perbatasan mencatatkan telah ada 116 warga Palestina tewas sejak dimulainya aksi pada 30 Maret lalu.

Bentrokan yang terjadi pada Senin, menjelang peresmian kedutaan AS di Yerusalem, disebut telah menjadi hari paling berdarah sejak 2014.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X