Paus Fransiskus: "Saya Sangat Khawatir..." - Kompas.com

Paus Fransiskus: "Saya Sangat Khawatir..."

Kompas.com - 16/05/2018, 20:42 WIB
Paus Fransiskus saat berpidato di Vatikan, Rabu (16/5/2018). Paus menyampaikan kekhawatirannya akan situasi di Timur Tengah yang semakin memanas.AFP / ANDREAS SOLARO Paus Fransiskus saat berpidato di Vatikan, Rabu (16/5/2018). Paus menyampaikan kekhawatirannya akan situasi di Timur Tengah yang semakin memanas.

VATIKAN, KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus menyampaikan kekhawatirannya akan situasi kekerasan di Timur Tengah yang terus meningkat.

Kekhawatiran Paus Fransiskus itu menyusul terjadinya bentrokan antara warga Palestina di perbatasan Gaza dengan militer Israel.

Tragedi tersebut menyebabkan lebih dari 50 warga Palestina meninggal dunia, termasuk di antaranya delapan anak-anak dan seorang bayi.

"Saya sangat khawatir dengan peningkatan ketegangan di Tanah Suci (Yerusalem) dan Timur Tengah."

"Juga dengan lingkaran kekerasan yang membawa kita semakin jauh dari jalan perdamaian, dialog dan negosiasi," kata Paus Fransiskus di Vatikan, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Presiden Palestina Minta Anak-anak Dijauhkan dari Perbatasan Gaza

"Saya turut menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya untuk para korban tewas maupun yang luka-luka. Saya mendoakan kepada semua pihak yang menderita," tambahnya dilansir AFP.

Paus yang menyerukan agar selalu dilakukan dialog untuk keadilan dan perdamaian turut mengingatkan bahwa kekerasan tidak akan pernah dapat membawa pada perdamaian.

"Perang akan mendorong peran dan kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan," ujar Paus.

Israel telah mendapat tekanan dari masyarakat internasional atas tindakan yang dilakukan tentaranya terhadap pendemo yang melakukan aksi di perbatasan Gaza.

Puluhan ribu warga Palestina berkumpul di dekat pagar perbatasan Gaza dengan Israel, Senin (14/5/2018), memprotes peresmian kedutaan besar AS di Yerusalem.

Paus Fransiskus berulang kali menyatakan dukungannya untuk solusi dua negara terhadap konflik Israel dengan Palestina, yang secara tak langsung mengkritik keputusan Presiden AS Donald Trump atas pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca juga: Anak-anak Turut Jadi Korban Tewas dalam Bentrokan di Gaza



Close Ads X