Kompas.com - 16/05/2018, 19:26 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Dua stasiun televisi utama Rusia mengumumkan tidak akan menyiarkan pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Dilansir Daily Mirror Rabu (16/5/2018), Channel One dan Russia24 menyatakan keputusan itu diambil setelah hubungan Rusia dan Inggris memburuk.

Kedua kanal televisi ini sebelumnya menayangkan pernikahan Pangeran William dengan Kate Middleton pada 29 April 2011.

Baca juga: Mengenal Novichok, Racun Saraf Terhebat yang Dibuat Rusia

Kritikus televisi Irina Petrovskaya berpendapat, latar belakang dua stasiun itu menolak menayangkan pernikahan buntut dari kasus Sergei Skripal.

Skripal merupakan mantan agen rahasia Rusia yang ditangkap karena menjual informasi ke MI5, atau dinas rahasia Inggris.

Dia dan putrinya, Yulia, ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di sebuah bangku di Salisbury pada 4 Maret lalu.

Dari tubuh keduanya, dokter menembukan senyawa bernama Novichok. Senyawa tersebut merupakan racun saraf buatan Uni Soviet yang diklaim paling mematikan di dunia.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, kemudian menuding Rusia menjadi dalang serangan Skripal. Dia memerintahkan pengusiran terhadap 23 diplomat Rusia (14/3/2018).

Langkah Inggris kemudian diikuti oleh negara lain di dunia. Total, ada 151 diplomat yang harus angkat kaki dari 27 negara di dunia.

"Saya tidak melihat alasan lain dari keputusan mereka menolak penayangkan pernikahan itu selain masalah politik. Kasus Skripal harus diselesaikan secepatnya," kata Petrovskaya.

Warga Negeri "Beruang Merah" yang berkeinginan untuk menyaksikan Royal Wedding itu bisa mengakses Pyatniza, atau Yu Channel.

Pernikahan Pangeran Harry dan Maghan Markle bakal dilangsungkan di Kastil Windsor pada Sabtu (19/5/2018) mendatang.

Putra kedua Pangeran Charles itu menjalin hubungan dengan Markle pada Juni 2016, setelah keduanya bertemu dalam sebuah kencan buta.

Baca juga: Pernikahan Tak Bakal Dihadiri Ayahnya, Meghan Markle Hadapi Situasi Sulit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.