Netanyahu Tuduh Hamas Sengaja Tempatkan Anak-anak dalam Aksi Protes

Kompas.com - 16/05/2018, 15:01 WIB
Luapan duka Ibu dari Leila al-Ghandour (tengah), bayi berumur 8 bulan asal Palestina yang tewas akibat insiden bentrokan dengan pasukan Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan Israel, di sebelah timur Kota Gaza, Senin (14/5/2018). Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel telah menewaskan 55 orang dan melukai 2.700 orang dalam aksi protes dan bentrokan menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. AFP PHOTO/MAHMUD HAMSLuapan duka Ibu dari Leila al-Ghandour (tengah), bayi berumur 8 bulan asal Palestina yang tewas akibat insiden bentrokan dengan pasukan Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan Israel, di sebelah timur Kota Gaza, Senin (14/5/2018). Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel telah menewaskan 55 orang dan melukai 2.700 orang dalam aksi protes dan bentrokan menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuduh Hamas secara sengaja menempatkan anak-anak di tengah aksi protes yang dilakukan ribuan warga Palestina di perbatasan Gaza.

Dalam wawancara dengan televisi AS, Netanyahu mengatakan, pasukannya tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan kekuatan bersenjata dalam menghadapi aksi protes pada Senin (14/5/2018) lalu.

Akibatnya, puluhan warga Palestina menjadi korban tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Netanyahu pun menyebut tanggung jawab atas kematian para korban ada di tangan Hamas.

"Mereka (Hamas) mendorong warga sipil, tak peduli wanita maupun anak-anak untuk ke garis depan, masuk ke jarak tembak dengan harapan timbul korban," kata Netanyahu kepada jaringan CBS.


Baca juga: Hari Paling Berdarah, Pasukan Israel Tewaskan 55 Warga Palestina

"Kami telah berupaya menekan jumlah korban hingga seminimal mungkin, tapi mereka (Hamas) berusaha menimbulkan lebih banyak korban untuk menekan Israel dan hal itu sangat mengerikan," tambahnya.

Netanyahu mengatakan jatuhnya korban dalam bentrok di perbatasan Gaza lalu sebenarnya dapat dihindari seandainya Hamas tidak mendorong warganya.

"Jika Hamas tidak mendorong warga sipil untuk berada di sana, hal ini tidak akan terjadi. Hamas bertanggung jawab atas tragedi ini dan mereka melakukannya secara sengata," kata Netanyahu.

Banyak pemerintah asing telah mengecam cara Israel yang menggunakan senjata aktif yang diarahkan langsung ke arah pengunjuk rasa.

Namun Netanyahu berdalih dengan mengatakan negara-negara lain juga akan melakukan hal yang sama apabila perbatasannya terancam.

"Saya tidak tahu jika ada tentara yang melakukan sesuatu yang berbeda saat harus melindungi perbatasan dari orang-orang yang mengatakan akan menghancurkan dan membanjiri negaranya," kata dia.

Sebelumnya, AS juga telah melemparkan tanggung jawab atas bentrokan berdarah di perbatasan Gaza kepada Hamas yang tidak mengakui hak Israel.

Baca juga: AS Salahkan Hamas atas Tewasnya 55 Warga Palestina

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X