Sambil Tuntun Anaknya, Perempuan Ini Bunuh Diri di Rel Kereta Api - Kompas.com

Sambil Tuntun Anaknya, Perempuan Ini Bunuh Diri di Rel Kereta Api

Kompas.com - 16/05/2018, 14:40 WIB
Stasiun kereta api Slough, Bershire, Inggris.Wikipedia Stasiun kereta api Slough, Bershire, Inggris.

LONDON, KOMPAS.com - Sebuah hasil penyelidikan kepolisian Inggris pada Selasa (15/5/2018) menyimpulkan seorang ibu tiga anak membisikkan sesuatu ke telinga putranya sebelum keduanya berbaring di rel kereta api.

Alhasil, keduanya tewas dilindas kereta api yang melintas di stasiun Slough, Inggris, sekitar 37 kilometer dari London. Insiden itu terjadi pada 23 September 2014 pagi.

Rubina Khan (46) sebelumnya mengatakan kepada saudara laki-lakinya, dia akan pergi ke dokter gigi bersama putranya Amaar (10).

Rubina kemudian membeli dua tiket kereta, satu untuk dewasa dan satu untuk anak-anak, menuju ke Windsor di stasiun Slough yang pagi itu dipenuhi para komuter yang hendak berangkat bekerja.

Baca juga: Selfie di Atas Rel, Wanita di Thailand Tewas Ditabrak Kereta

Rubina dan putranya kemudian berjalan menuju peron kosong yang menurun jadwal tidak ada kereta yang akan berhenti.

Masinis David Campbell-Kinder dalam pemeriksaan polisi mengatakan, dia melihat Rubina membungkukkan badannya dan berbisik ke telinga putranya yang masih mengenakan seragam sekolah itu.

Selanjutnya, mereka menuju ke rel sambil menuntun putranya lalu berbaring di atas rel kereta api sementara ratusan calon penumpang menyaksikan pemandangan mengerikan itu.

Beberapa detik kemudian kereta api jurusan Bedwyn menuju London Paddington melintas dan menewaskan keduanya.

Polisi kemudian menemukan tas sekolah milik Amaar ditinggalkan di sebuah bangku di peron.

Tragedi itu amat mengejutkan saudara Rubina, Zahire Khan yang mengatakan dia sempat bertemu dan berbicara dengan saudarinya itu 30 menit sebelum mereka meninggal dunia.

"Saat itu Rubina tersenyum dan mengatakan dia akan London untuk mengunjungi dokter gigi dan Amaar mendapatkan izin libur. Saya hanya mengatakan 'oke' dan melambaikan tangan saat berpsah dengan mereka," kenang Zahire.

"Saat itu tak ada hal mencurigakan dari perilaku mereka dan itu merupakan pertemuan biasa antara keluarga," tambah Zahire.

Sementara, sang suami Jahinger Khan mengatakan, dirinya sudah merasa khawatir ketika dia tak mendapati istri dan anaknya di rumah saat pulang bekerja.

Dia kemudian menelepon sekolah Amaar. Saat itu pihak sekolah menjelaskan, Amaar tidak muncul di dalam kelas.

Jahinger kemudian pergi ke kediaman mertuanya dan bertemu dengan Zahire yang mengatakan dia bertemu Rubina dan Amaar di stasiun kereta api.

Keduanya lalu bergegas ke stasiun yang saat itu sudah dipenuhi polisi.

"Saya langsung berpikir ada yang tidak beres dan meminta Jahinger tetap berada di dalam mobil sementara saya mendatangi seorang polisi," ujar Zahire.

"Kepada polisi saya mengatakan, saudari dan keponakan saya menghilang dan polisi itu meminta saya menemaninya menuju mobil kami," kata Zahire.

Baca juga: 2 Manula Lompat Bergandengan Tangan, Bunuh Diri di Rel KA

Polisi itu kemudian menjelaskan, telah terjadi insiden yang melibatkan seorang perempuan dan seorang anak laki-laki.

"Saat itu saya sudah mengetahui sesuatu yang buruk telah terjadi," papar Zahire.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan hasil lengkapnya baru akan diumumkan kepolisian beberapa hari mendatang.


Komentar

Close Ads X