Mengikuti "Roller Coaster" Karier Politik Anwar Ibrahim (2)

Kompas.com - 16/05/2018, 13:47 WIB
Tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, disambut para pendukungnya saat meninggalkan gedung Pengadilan Tinggi Malaysia di Putrajaya, Jumat (7/3/2014), usai mendengarkan putusan pengadilan yang mengabulkan banding pemerintah. MANAN VATSYAYANA / AFPTokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, disambut para pendukungnya saat meninggalkan gedung Pengadilan Tinggi Malaysia di Putrajaya, Jumat (7/3/2014), usai mendengarkan putusan pengadilan yang mengabulkan banding pemerintah.
|

Karier politik Anwar Ibrahim memang seperti "roller coaster". Pernah digadang-gadang menjadi pengganti PM Mahathir Mohamad tetapi malah masuk penjara karena dituduh melakukan sodomi.

Pada 2004, Anwar Ibrahim bebas dari penjara dan bersiap kembali ke kancah politik Malaysia dengan membentuk koalisi oposisi untuk melawan UMNO.

KOMPAS.com - Setelah PM Mahathir Mohamad memecat Anwar Ibrahim dari jabatan deputi PM para pendukungnya kemudian membentuk apa yang disebut sebagai gerakan reformasi.

Anwar lalu menggelar sejumlah aksi unjuk rasa menentang koalisi Barisan Nasional yang berkuasa di Malaysia.

Baca juga: Mengikuti Roller Coaster Karier Politik Anwar Ibrahim (1)

Gerakan ini semakin kuat ketika pada KTT APEC di Kuala Lumpur pada 1998, Wapres AS Al Gore dalam pidatonya mendukung gerakan reformasi pimpinan Anwar.

Dukungan ini disampaikan Al Gore di hadapan PM Mahathir Mohamad dan para pemimpin Asia Pasifik yang hadir dalam KTT tersebut.

Smeentara itu, gerakan reformasi ini kemudian berujung pada pembentukan partai multiras Parti Keadilan Nasional.

Dalam pemilu 1999, Parti Keadilan Nasional, Parti Islam se-Malaysia, dan Parti Aksi Demokratik membentuk Barisan Alternatif yang tujuannya untuk menggantikan koalisi Barisan Nasional.

Sayangnya, perjuangan politik Anwar ini terhenti saat dia kemudian dijebloskan ke penjara karena dianggap terbukti melakukan korupsi dan menjalankan praktik homoseksual.

Pada 2004 Anwar bebas dari penjara setelah tuduhannya melakukan sodomi dibatalkan Mahkamah Agung. Selain dibebaskan, pengadilan juga memerintahkan negara memberikan kompensasi jutaan ringgit untuk Anwar Ibrahim.

Namun, pada 8 Maret 2010, Pengadilan Federal Malaysia menolak gugatan Anwar terkait pemecatannya dari kabinet pada 1998 oleh Mahathir Mohamad.

Pengadilan memutuskan pemecatan itu sah dan konstitusional. Artinya, Anwar gagal untuk melayangkan gugatan terkait masalah tersebut.

Pada 6 September 2004, Anwar mengajukan permohoan sidang banding terkait dakwaan korupsi yang dijeratkan kepadanya.

Anwar menggugat aturan negara yang melarang seseorang terjun ke politik hingga lima tahun setelah bebas dari penjara.

Jika banding ini berhasil, maka Anwar bisa kembali berpolitik dan pada 7 September, setuju pengadilan banding mengabulkan permohonan Anwar.

Sayangnya, pengadilan banding justru mengukuhkan keputusan pengadilan sebelumnya yaitu Anwar memang bersalah telah melakukan korupsi.

Alhasil, keputusan ini membuat Anwar secara praktis tersingkir dari dunia politik hingga 14 April 2008. Keputusan pengadilan hanya bisa dibatalkan jika Yang Dipertuan Agung Malaysia memberikan pengampunan.

Baca juga: Anwar Ibrahim Resmi Bebas dari Penjara

Tersingkir sementara dari dunia politik membuat Anwar sibuk mengajar di St Antony's College, Oxford. Dia juga menjadi dosen tamu di Universitas John Hopkins, Washington DC.

Dan pada 2005-2006, Anwar menjadi dosen tamu di Pusat Pemahaman Muslim-Kristen Pangeran Alwaleed di Universitas Georgetown, Amerika Serikat.

Meski dengan kesibukan luar biasa, dunia politik tetap menjadi pilihan utama Anwar. Pada November 2006, dia mengumumkan untuk mencalonkan diri sebagai anggota parlemen dalam pemilu 2008.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X