15 Anak di Brasil Terkena Peluru Nyasar Sepanjang Tahun Ini - Kompas.com

15 Anak di Brasil Terkena Peluru Nyasar Sepanjang Tahun Ini

Kompas.com - 16/05/2018, 12:06 WIB
Polisi terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata di Cidade de Deus favela, Rio de Janeiro, Brasil, pada Kamis (1/2/2018) (AFP/Mauro Pimentel)
Polisi terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata di Cidade de Deus favela, Rio de Janeiro, Brasil, pada Kamis (1/2/2018) (AFP/Mauro Pimentel)

RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com - Seorang bayi terkena peluru nyasar di Rio de Janeiro, Brasil, ketika digendong ibunya, Senin (15/5/2018).

Dengan begitu, sudah ada 15 anak sepanjang tahun ini yang menjadi korban peluru nyasar.

Organisasi non-pemerintah Fogo Cruzado, lembaga pemantau insiden penembakan menyatakan, bayi laki-laki yang tertembak pada awal pekan ini terjadi di sebuah sekolah.

Saat itu, sang ibu sedang berada di sekolah Sao Vicente de Paulo untuk menjemput anaknya yang lain.

Baca juga: Diinjak-injak Sapi Seberat Satu Ton, Atlet Rodeo Asal Brasil Tewas

Bayi terkena peluru di bagian pundaknya. Tim dokter melakukan operasi pada Selasa (15/5/2018) untuk menyingkirkan peluru.

Sebelumnya, seorang bocah perempuan berusia 3 tahun meninggal di mobil orangtuanya, setelah terkena timah panas pada Februari lalu.

Kemudian, seorang anak perempuan berusia 11 tahun mendapatkan luka tembakan akibat peluru nyasar saat berada di sekolah.

Sementara, 7 anak-anak tertembak ketika terjadi konfrontasi antara polisi dan kelompok pengedar narkoba.

Fogo Cruzado menyebut, empat orang dari 15 anak yang tertembak harus kehilangan nyawanya.

Kalangan orangtua dan warga di sekitar Sao Vicente de Paulo cemas dengan keadaan di Rio. Menurut mereka, tidak ada lagi tempat yang aman di kota tersebut.

"Ini mengkhawatirkan karena ketika Anda berada di sekolah, Anda berpikir aman, tapi sesuatu justru terjadi di luar," kata Jassira, seorang nenek di Sao Vicente de Paulo.

Baca juga: Jadi Cantik Dianggap Hak Asasi, Brasil Subsidi Biaya Operasi Plastik

"Hari ini Anda mungkin berada di lingkungan paling mahal di Rio dan menyaksikan penembakan atau peluru nyasar," kata Carolina Martins, seorang ibu di wilayah tersebut.

Keamanan publik di kota terus memburuk sejak akhir Olimpiade Rio 2016.

Polisi dianggap tak mampu untuk mengendalikan kelompok bersenjata, kemudian pemerintah pada Februari lalu memerintahkan militer untuk mengambil alih komando semua keamanan di Rio.


Komentar

Close Ads X