Korban Tewas Bentrokan di Gaza Bertambah, AS Salahkan Hamas dan Iran

Kompas.com - 16/05/2018, 08:56 WIB
Keluarga salah satu korban meninggal dalam bentrokan di Jalur Gaza berteriak duka saat menghadiri pemakaman korban. AFP/SAID KHATIBKeluarga salah satu korban meninggal dalam bentrokan di Jalur Gaza berteriak duka saat menghadiri pemakaman korban.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Korban tewas bentrokan antara warga Palestina dan militer Israel di perbatasan Gaza bertambah menjadi 60 orang, termasuk seorang bayi yang dilaporkan tewas terpapar gas air mata dan 8 anak lainnya.

Bentrokan pada Senin (14/5/2018) itu disebut sebagai hari paling berdarah sejak perang di Gaza pada 2014. Bentrokan awal pekan ini juga menyebabkan sekitar 2.400 orang terluka.

Juru bicara Kemenlu AS Heather Nauert menyebut kelompok Hamas memanfaatkan kontroversi pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem untuk bertindak permisif atas kekerasan yang terjadi.

"Kami telah menyaksikan demonstrasi selama enam pekan terakhir. Aksi protes ini tidaklah baru," katanya, Selasa (15/5/2018).

Baca juga: Hari Paling Berdarah, Pasukan Israel Tewaskan 55 Warga Palestina

"Jika Hamas ingin memanfaatkannya sebagai dalih untuk menganggu orang dan mendorong kekerasan, itu pilihan mereka. Tapi itu pilihan yang tidak bertanggung jawab," ucapnya.

Nauert menolak keterkaitan antara kekerasan di Gaza dengan pembukaan kedubes AS di Yerusalem.

Di Forum PBB, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley juga menyatakan hal demikian.

Haley berusaha untuk mengalihkan perhatian ke Iran dalam seluruh pidatonya. Dia menilai Dewan Keamanan PBB tidak lebih fokus pada destabilisasi Iran di wilayah tersebut.

"Itu merupakan kekerasan yang seharusnya menjadi perhatian kami juga," kata Haley.

Ketika representatif negara lain di PBB mengutuk keras aksi penembakan militer Israel terhadap warga Palestina, Haley menyebut pemerintah AS juga prihatin terhadap aksi kekerasan itu.

"Kami semua prihatin dengan kekerasan di Timur Tengah. AS menyesalkan hilangnya nyawa manusia," ujarnya.

Baca juga: Turki Panggil Duta Besarnya di Israel dan AS Terkait Bentrokan di Gaza

Kini, Israel menghadapi tekanan internasional yang menyerukan penyelidikan independen terkait kekerasan di Gaza.

Kementerian Kesehatan di Gaza mengklaim, mayoritas dari korban tewas di Gaza pada Senin lalu ditembak oleh penembak jitu.

Pasukan Israel telah membunuh 116 warga Palestina sejak aksi protes di perbatasan Gaza-Israel dimulai pada 30 Maret 2018. Seorang tentara Israel dilaporkan mengalami luka.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP,ABC News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X