Aksi Balasan, Israel Perintahkan Konsul Turki Tinggalkan Yerusalem

Kompas.com - 16/05/2018, 05:05 WIB
Kantor Kementerian Luar Negeri Israel di Yerusalem. Pihak kementerian telah memerintahkan konsul Turki di kota Yerusalem untuk keluar.AFP / MENAHEM KAHANA Kantor Kementerian Luar Negeri Israel di Yerusalem. Pihak kementerian telah memerintahkan konsul Turki di kota Yerusalem untuk keluar.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel telah meminta kepada konsul Turki yang berada di Yerusalem untuk segera keluar dari kota tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Keputusan tersebut diambil Kementerian Luar Negeri Israel pada Selasa (15/5/2018), menyusul tindakan serupa yang dilancarkan Ankara kepada duta besarnya.

" Konsul Turki di Yerusalem telah dipanggil pada sore ini ke Kementerian Urusan Luar Negeri dan telah diminta untuk kembali ke negaranya selama periode tertentu," tulis pernyataan kementerian.

Konsul Turki yang berada di Yerusalem pada dasarnya bertindak sebagai perwakilan diplomatik Ankara untuk wilayah Palestina.

Sebelumnya, Ankara telah lebih dulu meminta kepada Duta Besar Israel, Eltan Naeh, untuk meninggalkan negara Turki sementara waktu.

Baca juga: Turki Minta Dubes Israel Tinggalkan Negaranya sebagai Bentuk Protes

Selain itu Kementerian Luar Negeri Turki juga memanggil duta besarnya di Tel Aviv untuk pulang.

Keputusan mengeluarkan duta besar Israel dan memanggil kembali diplomatnya dari Tel Aviv dilakukan Turki menyusul insiden bentrok yang terjadi di perbatasan Gaza pada Senin (14/5/2018).

Tembakan yang dilepaskan tentara Israel selama berlangsungnya aksi protes dan bentrokan tersebut telah menyebabkan lebih dari 50 warga Palestina meninggal dunia.

Insiden tersebut menjadi hari paling berdarah yang pernah terjadi sejak tahun 2014 terkait konflik antara Israel dengan Palestina.

Israel pun kembali mendapat tekanan dunia internasional yang menyerukan dilakukannya penyelidikan independen atas insiden kekerasan di perbatasan Gaza tersebut.

Namun Tel Aviv tegas membantah kritikan dengan menyebut tembakan dilepaskan tentaranya diperlukan untuk mempertahankan wilayah perbatasannya.

Hubungan antara Turki dan Israel telah kembali memanas dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang saling melontarkan komentar pedas.

Baca juga: Hari Paling Berdarah, Pasukan Israel Tewaskan 55 Warga Palestina

Erdogan menyebut Netanyahu sebagai pemimpin "negara apartheid" dengan tangan yang berlumuran darah warga Palestina. Erdogan juga mengatakan Israel sebagai negara teror dan pelaku genosida.

Netanyahu pun membalas komentar tersebut dengan menyebut Erdogan sebagai pendukung terbesar Hamas dan menjadikannya sebagai pakar dalam urusan teror serta pembantaian.


Terkini Lainnya

Tak Kunjung Pulang, Satu Keluarga Nelayan di Bima Dilaporkan Hilang

Tak Kunjung Pulang, Satu Keluarga Nelayan di Bima Dilaporkan Hilang

Regional
33 Jenazah Korban Banjir Bandang di Jayapura Diidentifikasi, Berikut Nama-namanya

33 Jenazah Korban Banjir Bandang di Jayapura Diidentifikasi, Berikut Nama-namanya

Regional
Pilihan Jurusan Kuliah Kedokteran di Beasiswa Santri! Tertarik? (1)

Pilihan Jurusan Kuliah Kedokteran di Beasiswa Santri! Tertarik? (1)

Edukasi
Per 19 Maret, Baru 75 Anggota DPR yang Lapor Harta Kekayaan

Per 19 Maret, Baru 75 Anggota DPR yang Lapor Harta Kekayaan

Nasional
PPP Jabar Pertanyakan Pemilihan Suharso Monoarfa sebagai Plt Ketum

PPP Jabar Pertanyakan Pemilihan Suharso Monoarfa sebagai Plt Ketum

Regional
Pria Terkaya di Asia Lunasi Utang Sang Adik yang Terancam Dibui

Pria Terkaya di Asia Lunasi Utang Sang Adik yang Terancam Dibui

Internasional
Lama Buat Pesanan, Penjual Pecel Lele Dikeroyok Pembelinya di Bekasi

Lama Buat Pesanan, Penjual Pecel Lele Dikeroyok Pembelinya di Bekasi

Megapolitan
Ramyadjie Priambodo Gunakan Uang Hasil Bobol ATM untuk Transaksi Bitcoin

Ramyadjie Priambodo Gunakan Uang Hasil Bobol ATM untuk Transaksi Bitcoin

Megapolitan
Dua Anak Balita Kakak Beradik Tewas Terbakar di Dalam Mobil yang Rusak

Dua Anak Balita Kakak Beradik Tewas Terbakar di Dalam Mobil yang Rusak

Regional
Bermain di Pantai usai Ujian, 13 Siswa SMA Disuruh Pulang oleh Polisi Syariat

Bermain di Pantai usai Ujian, 13 Siswa SMA Disuruh Pulang oleh Polisi Syariat

Regional
BPN: Dukungan Erwin Aksa Semakin Menguatkan Posisi Prabowo-Sandiaga

BPN: Dukungan Erwin Aksa Semakin Menguatkan Posisi Prabowo-Sandiaga

Nasional
Jokowi 'Groundbreaking' MRT Fase II pada 24 Maret 2019

Jokowi "Groundbreaking" MRT Fase II pada 24 Maret 2019

Nasional
Wapres Sebut Penghapusan Ujian Nasional Membahayakan Kualitas Pendidikan

Wapres Sebut Penghapusan Ujian Nasional Membahayakan Kualitas Pendidikan

Nasional
Bocah 9 Tahun Berkeliling Bagikan Uang Tabungan Orangtuanya ke Orang Asing

Bocah 9 Tahun Berkeliling Bagikan Uang Tabungan Orangtuanya ke Orang Asing

Internasional
Siswa Lulus SNMPTN Tidak Diijinkan Ikut SBMPTN 2019

Siswa Lulus SNMPTN Tidak Diijinkan Ikut SBMPTN 2019

Edukasi

Close Ads X