Kompas.com - 15/05/2018, 23:23 WIB
Ribuan warga Palestina melarikan diri dari serangan gas air mata yang dilepaskan pasukan Israel di dekat perbatasan di Jalur Gaza pada Senin (14/5/2018). Bentrok terjadi jelang peresmian kedutaan AS di Yerusalem. AFP / MOHAMMED ABEDRibuan warga Palestina melarikan diri dari serangan gas air mata yang dilepaskan pasukan Israel di dekat perbatasan di Jalur Gaza pada Senin (14/5/2018). Bentrok terjadi jelang peresmian kedutaan AS di Yerusalem.

KAIRO, KOMPAS.com - Komite HAM Liga Arab mendesak Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) untuk segera memulai penyelidikan terhadap Israel.

Seruan itu dilakukan setelah terjadi bentrokan di Jalur Gaza antara warga Palestina dengan aparat Israel Senin (14/5/2018).

"Israel merupakan perwujudan dari penindasan dan kekejaman. Semua pejabat dan politisinya harus diserahkan ke mahkamah kriminal," ujar ketua komite, Amjad Shamout.

Baca juga: Turki Minta Dubes Israel Tinggalkan Negaranya sebagai Bentuk Protes

Sementara Ketua Liga Arab Ahmed Abdul Gheit, dilansir Al Jazeera Selasa (15/5/2018), mengutuk adanya penembakan terhadap rakyat Palestina.

Aksi tersebut, kata Gheit, sudah layak dikategorikan kejahatan perang. Dia menyerukan kepada komunitas internasional untuk melindungi Palestina.

"Mereka (Palestina) telah memilih jalan perjuangan damai, namun harus dihadapkan kepada kekerasan dan kekejaman yang brutal," kecam Gheit.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seruan Liga Arab mendapat respon dari Ketua Jaksa Penuntut ICC, Fatou Bensouda. Dia berjanji bakal mengusut seruan tersebut.

"Staf saya mengamati dengan saksama perkembangan di sana (Gaza), dan telah mencatat adanya dugaan kejahatan yang dilakukan," tegas Bensouda dikutip dari AFP.

Bensouda menginginkan agar aksi kekerasan yang terjadi dihentikan, dan meminta Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan.

Sebab, Bensouda menyatakan telah melakukan penyelidikan awal terkait dengan situasi yang ada di Palestina.

"Saya bakal memperhatikan, dan bakal bertindak berdasarkan mandat yang saya terima sesuai dengan Statuta Roma," katanya.

Dilaporkan, aparat Israel menewaskan 60 orang warga Palestina dalam bentrokan yang terjadi sebelum pembukaan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem.

Selain itu, terdapat 2.700 orang terluka dalam peristiwa paling mematikan yang terjadi sejak Perang Gaza di 2014 tersebut.

Baca juga: Iran Sebut Pejabat Israel Harus Diadili sebagai Penjahat Perang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X