Berusia 69 Tahun dan Pakai Kaki Palsu, Kakek Ini Sukses Capai Puncak Everest

Kompas.com - 15/05/2018, 16:07 WIB
Xia Boyu (jaket merah) saat dalam perjalanan mendaki Gunung Everest. SCMP / WEIBOXia Boyu (jaket merah) saat dalam perjalanan mendaki Gunung Everest.

BEIJING, KOMPAS.com - Pria China berusia 69 tahun yang kedua kakinya diamputasi sukses mencapai puncak gunung tertinggi di dunia.

Xia Boyu berhasil mencapai puncak Gunung Everest pada Senin (14/5/2018). Itu adalah kali kelima Xia berusaha mencapai puncak tertinggi di dunia tersebut.

Dalam empat pendakian sebelumnya, Xia selalu gagal mencapai puncak. Bahkan pada 1975 lalu, dia sempat mendapat cedera serius.

Ketika itu, Xia dan tim ekspedisinya harus kembali turun setelah berada 200 meter di bawah puncak karena terjebak badai.


Baca juga: Setelah Taklukan 6 Gunung di Dunia, 2 Srikandi Ini Siap Jajal Gunung Everest

Rekan Tibet yang mendampinginya saat itu kehilangan kantong tidurnya dan Xia, yang percaya diri akan kemampuannya menahan dingin meminjamkan miliknya.

Akibatnya, saat bangun di pagi hari, kedua kaki Xia terkena radang dingin. Dia pun harus dinaikkan ke atas yak untuk menuruni gunung.

Setelahnya, kedua kaki Xia harus diamputasi hingga di bawah lutut.

Xia Boyu (69) dengan kedua kaki yang diamputasi berhasil mencapai puncak Gunung Everest.AFP / PRAKASH MATHEMA Xia Boyu (69) dengan kedua kaki yang diamputasi berhasil mencapai puncak Gunung Everest.
Setelah lebih dari 40 tahun berlalu, dan beberapa kali melakukan percobaan pendakian menuju puncak, Xia akhirnya berhasil.

Keberhasilan Xia mencapai titik 8.848 meter di atas permukaan laut itu disiarkannya melalui akun media sosial Weibo.

"Tidaklah mudah bagi saya mencapai puncak Gunung Everest yang sangat saya impikan. Saya telah mempersiapkan hal ini selama 43 tahun," ujarnya dikutip People's Daily.

Xia tidak pernah menyerah dalam mewujudkan mimpinya berdiri di puncak Everest.

Meski telah kehilangan kedua kakinya, Xia yang menggunakan kaki palsu terus berlatih hingga bisa kembali berjalan bahkan mendaki.

"Saya tahu akan bisa mengatasi kesulitan ini dan mencapai tujuan saya. Saya tidak pernah menyerah," kata Xia.

Xia pun mencoba kembali mendaki Gunung Everest pada 2014, namun upayanya terhambat salju longsor. Setahun kemudian, Nepal diguncang gempa berkekuatan 8,1.

Baca juga: Tahun 2018, Pemerintah Nepal Larang Pendakian Solo ke Gunung Everest

Pada 2016, Xia kembali mencoba mendaki Everest dan kali ini dia bersama timnya berhasil mencapai jarak 94 meter di bawah puncak.

Namun dia kembali dipaksa turun sebelum menjejakkan kaki di puncak karena terjangan badai salju.

Tahun ini, sebelum dapat mendaki, Xia harus menghadapi tantangan hukum, setelah Nepal mengeluarkan aturan yang melarang tunanetra dan difabel yang diamputasi kedua kakinya untuk mendaki.

Tuntutan Xia dikabulkan pada Maret dan Mahkamah Agung Nepal menangguhkan larangan tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X