Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/05/2018, 15:00 WIB

KACHIN, KOMPAS.com - Sejumlah gajah bersama pawang mereka turut membantu upaya evakuasi warga etnis minoritas di Myanmar yang melarikan diri dari kawasan konflik.

Gajah-gajah itu membantu mengangkut orang-orang tua, anak-anak dan mereka yang sakit untuk menyeberangi sungai yang dalam di negara bagian terpencil Kachin di Myanmar.

Warga Awng Lawt di negara bagian tersebut terpaksa meninggalkan rumah dan kampung halaman mereka setelah meningkatnya pertempuran antara pemberontak dari Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) dengan militer Myanmar sejak awal tahun.

Selama berhari-hari warga desa berlindung ke area persawahan setelah mendengar suara tembakan dan pesawat jet yang mendekat.

Baca juga: Tak Hanya Rohingya, Etnis Kachin di Myanmar Juga Mengungsi akibat Konflik

Saat pertempuran mulai mengancam tempat tinggal mereka, pemimpin desa segera memerintahkan untuk evakuasi ke kamp-kamp pengungsian yang berjarak puluhan kilometer dari kampung halaman mereka.

Namun di antara warga terdapat orang tua, mereka yang terluka dan juga anak-anak. Kondisi tersebut membuat mereka hanya mampu bergerak menembus hutan selama empat jam sehari.

Setelah bergerak selama hampir sebulan dan cadangan makanan mulai habis, mereka mencapai tepi sungai yang deras dan dalam.

Saat itulah beberapa warga yang memiliki gajah datang memberi bantuan.

Aksi gajah saat membantu warga melintasi sungai itu sempat diabadikan dalam sejumlah foto.

"Bersama kami ada sejumlah orang tua, orang sakit dan tunanetra," kata salah seorang warga yang mengungsi.

"Karena itu kami meminta bantuan dari pawang gajah untuk membantu membawa warga yang tak bisa menyeberang sendiri," tambahnya.

Baca juga: Delegasi Dewan Keamanan PBB Tiba di Myanmar dan Bertemu Suu Kyi

Gajah memang masih banyak digunakan warga etnis Kachin untuk membantu pekerjaan mereka. Terkadang bahkan ada digunakan pemberontak untuk melawan tentara Myanmar yang dilengkapi helikopter dan jet tempur.

Saat ini sebagian besar penduduk desa Kachin telah berada di kamp pengungsian dan berharap konflik segera usai agar mereka dapat segera kembali pulang ke rumah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.