Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/05/2018, 12:36 WIB

Pada tahun 1896, bersama dengan ilmuwan Henri Becquerel yang menemukan fenomena radioaktivitas, mereka mulai meneliti tentang mineral dan bijih uranium.

Berkat penelitian seputar radiasi yang mereka lakukan, Pierre dan Marie Curie bersama dengan Henri Becquerel kemudian menerima penghargaan Nobel untuk bidang fisika pada 1903.

Pasangan Curie juga dianugerahi Medali Davy dari Royal Society of London pada tahun 1903. Dan pada 1905, Pierre Curie terpilih untuk Academy of Sciences.

Akhir Kehidupan

Pada tanggal 19 April 1906, Pierre Curie meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Paris.

Dia tertabrak kereta kuda saat menyeberang jalanan yang ramai di Paris ketika hujan. Dia terpeleset dan terlindas kereta kuda. Pierre meninggal dunia akibat luka di kepalanya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Guglielmo Marconi, Sang Penemu Radio

Selama melakukan penelitian, pasangan Curie mendapat luka bakar akibat terpapar radium, baik secara tidak sengaja maupun dengan sukarela. Tubuh mereka juga diketahui terpapar radiasi dosis tinggi.

Radiasi tingkat tinggi telah mempengaruhi kesehatan pasangan Curie. Marie Curie meninggal pada tahun 1934 karena anemia aplastik, yakni kondisi saat tubuh tak mampu menghasilkan cukup sel darah merah.

Jejak radiasi juga ditemukan pada buku-buku dan catatan penelitian Curie sehingga harus disimpan dalam kotak timah khusus. Mereka yang ingin membacanya wajib mengenakan pakaian pelindung khusus.

Pada April 1995, makam pasangan Curie dipindahkan ke ruang bawah tanah di Pantheon, Paris.

Penerus Sang Ilmuwan

Darah ilmuwan mengalir deras di keluarga Curie. Putri dan menantu pasangan Curie, Irene dan Frederic Joliot juga dikenal sebagai fisikawan yang turut meneliti soal radioaktivitas.

Keduanya bahkan juga mendapat penghargaan Nobel atas penelitian mereka, seperti halnya kedua orangtuanya.

Putri kedua Pierre-Marie, Eve, menjadi satu-satunya dalam keluarga Curie yang tidak terjun sebagai fisikawan dan memilih menjadi penulis. Eve menulis biografi mengenai ibunya

Cucu pasangan Curie dari anak pertamanya Irene, yang bernama Helene Langevin-Joliot dikenal sebagai fisikawan nuklir Perancis, sedangna cucu laki-laki mereka, Pierre Joliot adalah seorang pakar biokimia.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Kwame Nkrumah, Presiden Pertama Ghana

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.