Turki Panggil Duta Besarnya di Israel dan AS Terkait Bentrokan di Gaza

Kompas.com - 15/05/2018, 11:48 WIB
Ribuan warga Palestina melarikan diri dari serangan gas air mata yang dilepaskan pasukan Israel di dekat perbatasan di Jalur Gaza pada Senin (14/5/2018). Bentrok terjadi jelang peresmian kedutaan AS di Yerusalem. AFP / MOHAMMED ABEDRibuan warga Palestina melarikan diri dari serangan gas air mata yang dilepaskan pasukan Israel di dekat perbatasan di Jalur Gaza pada Senin (14/5/2018). Bentrok terjadi jelang peresmian kedutaan AS di Yerusalem.

ANKARA, KOMPAS.com - Pemerintah Turki mengumumkan telah memanggil dua duta besar yang bertugas di Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk berkonsultasi.

Langkah tersebut dilakukan menyusul bentrokan yang terjadi antara pengunjuk rasa Palestina dengan pasukan Israel di Jalur Gaza Senin (14/5/2018).

Dalam aksi protes dan bentrok di 13 titik, dilaporkan 55 orang demonstran Palestina tewas, dan 2.700 lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga: Hari Paling Berdarah, Pasukan Israel Tewaskan 55 Warga Palestina

Ini merupakan aksi demonstrasi paling mematikan yang terjadi di Jalur Gaza sejak 2014, dan terjadi ketika pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem.

"Kami bakal menanggapi aksi yang mereka (Israel) lakukan dengan sangat tegas," kecam Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dilansir dari Russian Today.

Adapun Kementerian Luar Negeri Turki dalam keterangan tertulis mengecam militer Turki yang dianggap melakukan pembantaian terhadap demonstran Palestina.

Mereka juga menyayangkan Washington yang memutuskan untuk memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Tindakan mereka (AS) merupakan bentuk pelanggaran resolusi PBB dan hukum internasional. Kami menyadari keputusan mereka batal demi hukum," ujar Kemenlu Turki.

Wakil Perdana Menteri Bekir Bozdag diwartakan Anadolu berujar, dia meminta forum darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Jumat (18/5/2018) untuk membahas Palestina.

Turki menyusul langkah Afrika Selatan yang lebih dulu memanggil dubesnya sebagai bentuk protes atas aksi militer Israel di Gaza.

Dalam pernyataannya, Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama (Dirco) mengecam dengan pernyataan paling keras bentrokan di Gaza.

"Afrika Selatan mengusulkan agar pasukan Israel ditarik mundur dari Gaza, dan menyudahi penghancuran di teritori Palestina," kata Dirco.

Baca juga: Anak-anak Turut Jadi Korban Tewas dalam Bentrokan di Gaza



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X