Turki Sebut AS Turut Bertanggung Jawab Atas Bentrok di Jalur Gaza

Kompas.com - 14/05/2018, 23:48 WIB
Demonstran Palestina terlibat dalam bentrokan dengan otoritas Israel di perbatasan Jalur Gaza Senin (14/5/2018). Bentrokan terjadi beberapa jam sebelum peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. AFP/MAHMUD HAMSDemonstran Palestina terlibat dalam bentrokan dengan otoritas Israel di perbatasan Jalur Gaza Senin (14/5/2018). Bentrokan terjadi beberapa jam sebelum peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

ANKARA, KOMPAS.com - Bentrokan yang terjadi antara warga Gaza dengan militer Israel di perbatasan Jalur Gaza jelang peresmian kedutaan besar AS di Yerusalem menewaskan puluhan warga Palestina.

Pemerintah Turki menyebut AS dalam hal ini turut bertanggung jawab atas terjadinya bentrokan berdarah yang menyebabkan timbulnya korban jiwa dari warga sipil tersebut.

"AS turut disesalkan turut berperan bersama dengan pemerintah Israel dalam pembantaian terhadap penduduk sipil tersebut dan menjadi pihak yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan ini," kata Perdana Menteri Turki Binali Yildirim di Ankara.

"Tidak ada kata lain selain ini adalah pembantaian keji dan kami sangat mengecam tindakan tersebut," tambahnya.

Baca juga: Bentrokan Pecah di Jalur Gaza Jelang Peresmian Kedutaan AS

Yildirim mengatakan, insiden bentrokan yang terjadi di perbatasan Gaza dengan Israel tidak menunjukkan peranan AS sebagai mediator dan penjaga perdamaian dunia.

Wakil Perdana Menteri dan Juru Bicara Pemerintahan Bekir Bozdag menuliskan dalam akun media sosialnya, bahwa kekerasan yang terjadi akibat keputusan yang tidak adil dan melanggar hukum yang dikeluarkan Washington dengan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.

"Pemerintah AS sama-sama bertanggung jawab dengan Israel atas pembantaian ini," kata Bozdag.

Aksi protes yang berujung terjadinya bentrokan di sepanjang perbatasan Gaza menjelang peresmian kedutaan AS di Yerusalem yang dihadiri delegasi Gedung Putih dan para pejabat Israel.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah berulang kali mengecam keputusan AS yang ingin memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv.

"Pemerintah AS yang memindahkan kedutaan ke Yerusalem telah menghancurkan peluang perdamaian dan menyulut api yang akan menimbulkan lebih banyak kerugian serta kehancuran di kawasan itu," kata Bozdag.

Baca juga: Putri Trump Hadiri Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X